Lebaran, Polres Rembang Perketat Izin Pentas Dangdut

Jumat, 2 Agustus 2013 | 15:52 WIB
AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Kapolres Rembang. (Foto:Puji)

AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Kapolres Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pihak Kepolisian Resor Rembang mengaku akan memperketat penerbitan izin penyelenggaraan pertunjukan musik dangdut untuk mengantisipasi kerawanan keamanan pada momentum Lebaran. Polisi mensinyalir, penyelenggaraan pentas musik dangdut pada pekan-pekan awal di bulan Syawal, akan cukup banyak.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto ketika dikonfirmasi Jumat (2/8) pagi mengakui, pengetatan dilakukan tidak sampai pada pelarangan semua pentas musik dangdut. Bagi pihak kepolisian yang penting pihak penyelenggara taat aturan.

Dijelaskan Kapolres, setiap perizinan adalah kewajiban Polri. Apabila Polri menerbitkan izin, maka antisipasi kerawanan akan dilakukan, termasuk menggandeng penyelenggara untuk melakukan pengamanan internal.

Secara khusus, Kapolres mengaku akan melakukan “sweeping” terhadap penggunaan senjata tajam dan pengonsumsian miras pada setiap pertunjukan musik dangdut. Terutama pada pertunjukan yang diyakini menyedot perhatian banyak massa, seperti ketika dilangsungkan acara sedekah laut di Desa Tasikagung Kecamatan Rembang.

Dan untuk mengantisipasi perkelahian antarpenonton yang bisa berbuntut pada bentrok antarwarga bahkan desa, Kapolres mengaku tidak bisa mengandalkan institusi sendiri. Peran serta masyarakat diperlukan untuk mendeteksi secara dini potensi bentrokan.

Kapolres menambahkan, setiap Polsek sudah diminta untuk lebih ketat memberikan izin penyelenggaraan pertunjukan musik dangdut. Ia menyebutkan daerah timur Rembang seperti Kragan dan Sarang, Pamotan, Rembang Kota, Sumber, dan Kaliori, terbilang rawan gangguan keamanan ketika berlangsung pertunjukan musik dangdut. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan