Polisi Tetap Usut Kasus Penggelapan Dana SPP

Selasa, 28 Februari 2012 | 09:47 WIB


KOTA – Kepolisian Resor Rembang menyatakan tetap akan mengusut kasus penggelapan dana simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP) di UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber oleh oknum Sekretaris UPK, Heni Nur Cahyanti, meski yang bersangkutan telah mengembalikan uang sebesar Rp155,844 hasil penggelapan pada Senin (27/2).

Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto, Selasa (28/2) mengatakan, pihaknya mengaku sudah melakukan gelar perkara bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang untuk menindak lanjuti adanya temuan dan informasi adanya penyalahgunaan dana SPP di UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber.

“Dalam gelaran perkara pertama itu, kami baru sebatas memastikan apakah benar dalam kasus tersebut terjadi pelanggaran dengan unsur tindak pidana korupsi atau tidak,” kata dia.

Menurut Kapolres, untuk penanganan kasus tindak pidana korupsi, pengusutan perkaranya tidak memerlukan pelapor secara khusus, tetapi cukup didasarkan pada informasi.

“Kasus tindak pidana korupsi seperti halnya kasus penyalahgunaan narkoba; penangkapan pelaku bisa dilakukan hanya dengan didasarkan informasi akurat. Dari informasi itu, kami nantinya akan menindaklanjuti dengan penyelidikan untuk memastikan benar tidaknya informasi tersebut,” kata dia.

Kapolres juga mengatakan, pihaknya akan segera melakukan gelar perkara kedua. “Namun, selumnya, kami akan melakukan penyelidikan dan klarifikasi bukti pemula, dengan mendatangkan sejumlah saksi, kemudian pemeriksaan administrasif,” kata dia.

Apabila telah ditemukan adanya pelanggaran penyalahgunaan oleh penyidik Polres Rembang, penangkapan terhadap tersangka akan dilakukan, kata Kapolres.

AKBP Adhy Fandy Ariyanto menegaskan, meski oknum Sekretaris UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber telah berinisiatif mengembalikan dana yang digelapkan, hal itu tidak mempengaruhi pengusutan dan proses hukum yang saat ini telah didalami.

“Selain itu proses pengusutan juga tidak bisa dihalangi dengan harus menunggu adanya keputusan dari hasil Musyawarah Antar Desa (MAD) di kecamatan setempat,” kata dia.

Seperti diketahui, berdasarkan surat pernyataan pertama tertanggal 25 Januari 2012 yang dibuat Heni Nur Cahyanti, yang bersangkutan menyatakan telah menggelapkan dana sebesar Rp75.844.000 berasal dari alokasi dana simpan pinjam sebesar Rp175 juta untuk sembilan kelompok perempuan.

Sembilan kelompok tersebut adalah Kelompok Arisan RT II 3 RW III, Dahlia II, Muslimat II, Anggrek RT 3 RW 4, Anyelir II, Tahlil III, Arisan RT 3 RW III, Yasinan RT 3 RW IV, dan Katering II, semuanya di Desa Sumber, Kecamatan Sumber.

Belakangan, Heni juga menyatakan telah menggelapkan dana sebesar Rp80 juta, berasal dari SPP Kelompok Tahlil, Rp20 juta, Kelompok Kenanga I/II sebesar Rp20 juta, dan Kelompok Kenanga Rp40 juta. Isi surat pernyataan itu menyebutkan bahwa dana tersebut digunakan atas nama Rukati, ibu dari Heni Nur Cahyanti.

Namun,oknum Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber tersebut, akhirnya mengembalikan uang sebesar Rp155,844 juta hasil penggelapannya dari dana simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP), Senin (27/2).

Pengembalian uang tersebut dilakukan tidak secara langsung oleh Heni, tetapi diwakili suaminya, Saat Jatmiko, kepada pihak UPK PNPM MPd Kecamatan Sumber di kantor UPK setempat, sesaat sebelum pelaksanaan Musyawarah Antar Desa (MAD) PNPM Mandiri Perdesaan di aula kecamatan. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan