Kejahatan Meningkat, Polisi Hutan Dilatih Bela Diri

Rabu, 20 Februari 2013 | 15:38 WIB
Polisi hutan mobil dan teritorial Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) latihan bela diri

Polisi hutan mobil dan teritorial Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) berlatih bela diri

SALE, MataAirRadio.net – Polisi hutan mobil dan teritorial Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo dibekali kemampuan bela diri seiring adanya tren peningkatan kejahatan di dalam hutan.

Pejabat Humas KPH Kebonharjo Djono kepada reporter MataAir Radio, Rabu (20/2) siang menjelaskan, pembekalan ilmu bela diri bagi para polisi hutan mobil (polmob) dan terirorial (polter) diberikan karena mereka merupakan garda depan pengamanan kawasan hutan milik Perum Perhutani.

Menurutnya, para polmob dan polter ini rawan menghadapi banyak kejadian di luar perkiraan selama menjalankan tugasnya. Belakangan, pelaku kejahatan di dalam hutan semakin nekat dan berani melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam.

Sementara petugas di kesatuan pemangkuan hutan setempat, tidak diperkenankan melengkapi diri dengan senjata tajam saat bertugas lantaran menganut sistem pengelolaan hutan lestari atau PHL.

Pembekalan ilmu bela diri kepada petugas pengamanan hutan tersebut, kata Djono menyebutkan, bekerjasama dengan pihak Kodim 0720 Rembang dan melibatkan anggota TNI Koramil Sale serta pelatih yang ditunjuk oleh pihak Kodim.

Ia menambahkan, geladi bela diri dilaksanakan setiap Jumat dan diikuti oleh 117 orang anggota polisi hutan se-KPH Kebonharjo. Djono juga menyebutkan, hanya ada 20 orang peserta yang digeladi bela diri di setiap kali pertemuan. Pembatasan ini demi memaksimalkan tingkat keterserapan ilmu bela diri ke setiap peserta.

Djono menegaskan, penerapan giliran dalam geladi bela diri tersebut agar tetap ada sebagian petugas yang melakukan pengawasan hutan. Dengan dilatih ilmu bela diri, pihaknya menargetkan akan banyak petugas yang terampil meredam aksi pelaku kejahatan. (Zamroni)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan