Polisi Gerebek Judi Dadu di Jumbleng Mojosari

Minggu, 14 September 2014 | 20:15 WIB
Ilustrasi (Foto:Pujianto)

Ilustrasi (Foto:Pujianto)

SEDAN, MataAirRadio.net – Polisi menggerebek arena judi dadu di Dukuh Jumbleng Desa Mojosari Kecamatan Sedan, Minggu (14/9) dini hari. Tiga orang pejudi berikut alat bukti diamankan ke Mapolres Rembang. Mereka mendekam di sel tahanan polisi, Minggu (14/9) pagi.

Tiga pelaku perjudian yang diamankan adalah Siswanto, Sariyono, dan Susilo. Ketiganya warga Mojosari, Sedan. Polisi mengamankan barang bukti satu set alat judi dadu dan uang tunai taruhan Rp477.000.

Menurut Kapolsek Sedan AKP I Made Hartawan mereka diamankan oleh tim dari satuan reserse kriminal Polres Rembang. Selama ini, pihaknya sudah tak bosan mengingatkan warga agar tidak berjudi. Cara efektif menekan perjudian, menurutnya hanya dengan memproses hukum pelaku bila tertangkap.

Wakapolres Rembang Kompol Wahyu Purwidiarso menyatakan, perjudian mendapat perhatian dari Polda Jawa Tengah. Segala bentuk judi bakal disika. Ia pun mengaku dikejar target dari Polda Jateng, untuk membersihkan segala jenis perjudian di Rembang.

Menurutnya, perjudian merusak mental masyarakat. Pihaknya secara tegas mengategorikannya sebagai penyakit masyarakat. Untungnya, menurut Wahyu, masyarakat mulai aktif melaporkan perjudian yang mereka anggap meresahkan.

Pihaknya berjanji tidak akan “masuk angin”. Setiap informasi perjudian dari masyarakat akan ditindaklanjuti. Demikian juga dengan para pelakunya akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun soal hukuman yang dijatuhkan, bukan wewenang polisi, melainkan pengadilan.

Pelaku perjudian dijerat dengan Pasal 303 KUHP yang ancaman hukuman penjaranya maksimal sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak Rp25 juta. Namun belakangan, pelaku perjudian hanya dijatuhi vonis rata-rata beberapa bulan. Efek jera yang diinginkan pun seolah sia-sia. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan