Polisi Buru Penipu Bermodus Makelar Kasus Perjudian

Selasa, 4 Desember 2012 | 20:10 WIB

REMBANG – Kepolisian Resor Rembang menyatakan sedang memburu pelaku penipuan yang mengatasnamakan penyidik polisi dan meminta uang puluhan juta rupiah dari orang yang tersangkut kasus perjudian di sebuah warung kopi di kawasan Pasar Jetak Desa Kepohagung Kecamatan Pamotan pada 23 November 2012.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto, Selasa (4/12), pihaknya mendapatkan informasi dari keluarga empat tersangka kasus perjudian jenis kiu-kiu di Pamotan itu, yang menyatakan telah menyetor uang Rp28juta melalui transfer via rekening dan dua juta rupiah diserahkan secara langsung kepada pelaku penipuan.

Keluarga dari tersangka kasus perjudian masing-masing Marsud (46) warga Desa Sumbangrejo, Edi Wiryanto (34) dan Tarmin (45) warga Desa Segoromulyo, serta Darman (25) warga Desa Kepohagung, kesemuanya Kecamatan Pamotan, baru sadar menjadi korban penipuan, pada beberapa saat setelah menyetor uang tunai yang dua juta rupiah.

Atas kejadian tersebut, Kapolres meminta setiap keluarga untuk tidak mencoba main mata dengan penyidik dan apabila menemukan modus penipuan seperti ini agar segera menghubungi dan memastikannya langsung ke Polres Rembang.

Insert 1 : Berita Rembang – Polisi Buru Penipu Bermodus Makelar Kasus Perjudian

Kapolres juga mengatakan, modus penipuan dengan mencatut atau bahkan mengatasnamakan penyidik, sudah sering terjadi. Penipuan dengan modus berbeda namun nyaris sama, kerap terjadi misalnya selepas mutasi jabatan.

Menurut Kapolres, penipu biasanya memanfaatkan perangkat telepon seluler untuk beraksi. Kapolres pun mengaku pernah menerima pesan singkat berisi penipuan.

Karena itu, Kapolres mengimbau apabila menerima SMS berbau penipuan, masyarakat agar cerdas dalam berpikir serta melakukan cek dan kroscek terlebih dahulu.

Insert 2 : Berita Rembang – Polisi Buru Penipu Bermodus Makelar Kasus Perjudian

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto selama ini menyerukan kepada jajarannya agar menyokong operasi sepanjang masa, termasuk salah satunya adalah tindak pidana perjudian. Pihaknya pun berharap, masyarakat luas mendukung upaya ini. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan