Sembilan PNS dan Tenaga Honorer Dijaring Satpol PP

Senin, 16 Desember 2013 | 14:49 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja gelar razia PNS dan  tenaga honorer. (Foto:Puji)

Satuan Polisi Pamong Praja gelar razia PNS dan tenaga honorer di Kota Rembang (16/12). (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sedikitnya sembilan orang pegawai negeri sipil dan tenaga honorer dari lingkungan Pemkab Rembang terjaring razia yang digelar aparat Satuan Polisi Pamong Praja di beberapa titik, Senin (16/12) pagi. Selain staf kantoran, empat dari mereka yang terjaring adalah tenaga pendidik atau guru.

Para abdi negara ini dirazia dari sejumlah tempat di antaranya kawasan Pasar Kota Rembang dan bilangan Jalan Pemuda Rembang. Mereka kedapatan sedang berbelanja di luar jam kantor. Ada juga yang ditemui keluyuran namun berdalih sedang mengantar anaknya.

Pegawai yang dijaring tidak diangkut ke truk petugas. Menurut Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno, mereka hanya didata dan dilaporkan kepada sang pimpinan. Mengenai pembinaan, pihaknya menyerahkan kepada kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing.

Razia penegakan disiplin pegawai negeri sipil ini bermula dari banyaknya laporan masyarakat. Warga resah dengan banyaknya PNS yang keluyuran pada saat jam kerja. Tingkah mereka ini dinilai melukai semangat kinerja aparat negara. Apalagi mereka digaji dari uang rakyat.

Sudarno berjanji menggiatkan razia serupa di tingkat kecamatan. Untuk sementara, inspeksi akan difokuskan pada kecamatan yang terdapat pasar milik kabupaten. Razia seperti ini penting untuk menegakkan sumpah dan kedisiplinan pegawai sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.

Dia berharap, melalui penertiban dan penegakan aturan ini, para pegawai bisa lebih berkinerja baik. Mengenai kekosongan sejumlah warung kopi dari PNS, Sudarno menduga ada yang sudah tahu razia ini, sehingga kemungkinan bocor.

Sunarto, salah seorang warga Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori yang kebetulan menyaksikan razia PNS di bilangan Eks Stasiun Rembang menilai, Satpol PP mestinya sportif menertibkan jajarannya yang kerap kali dipergoki “ngopi” pada saat jam kerja.

Namun terlepas dari itu, dia mendukung upaya penertiban semacam itu mengingat PNS dibayar dari uang rakyat. Jika diketahui keluyuran, maka hal itu mengesankan mereka tidak dibebani pekerjaan oleh atasannya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. rasno

    Desember 16, 2013 at 3:30 pm

    lha yo kudu ngono. anggarane ben ngecak ojo mung diemploki mentahan ae. yo kudu ana kegiatan sing cetho. ojo mung gawe laporan tuku bensin karo jajan anak buah tapi podo tenguk-tenguk ning kantor thok. wis ana4 tahun luwih duik mok diuntal ae. mengko yen kakehan gawe laporan adminitrasi fiktif iso dikeler ning kepoiisa opo kejaksaan.

    Reply
  2. boypeace

    Desember 16, 2013 at 6:37 pm

    kock gak ada fotonya???

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan