Presiden PKS Tersangka Korupsi, Kader Masih Nyaman

Jumat, 1 Februari 2013 | 18:03 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kabupaten Rembang mengaku masih nyaman, meski Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anggota DPRD Kabupaten Rembang dari Partai Keadilan Sejahtera, dokter Rohmat Isnaeni kepada reporter MataAir Radio, Jumat (1/2) siang menyatakan, dirinya masih nyaman di PKS. Ia juga menyatakan, belum berpikir pindah partai, karena menurutnya apa yang terjadi di partainya juga pernah dialami partai lain.

Rohmat mengklaim, kader PKS di Rembang tidak terganggu dengan penetapan tersangka sang Presiden Partai atas dugaan suap dalam kebijakan impor daging sapi.

Mengenai status hukum pemimpin partai ini, dokter Rohmat Isnaeni mengatakan semua masih perlu dibuktikan karena masih dalam proses penyidikan. Sementara terkait jargon PKS yang selalu menyeru antikorupsi, ia menyatakan PKS selalu antikorupsi sampai mati.

Sementara itu, kader lain di PKS Rembang yang juga anggota DPRD setempat, Joko Supriadi mengklaim, kasus yang tengah menyandung Presiden PKS tidak akan berdampak di daerah.

Apalagi dalam kasus ini, menurut Joko, tetap berlaku asas praduga tak bersalah. Sehingga kalaupun dikaitkan dengan politik, menurutnya, masih perlu pembuktian di tingkat pengadilan.

Mengenai kemungkinan dirinya pindah partai, Joko Supriadi dengan tegas menyatakan, sebagai kader dirinya taat bukan pada perseorangan tetapi pada sistem. Sejauh ini sistem di PKS masih dinilainya bagus, sehingga ia mengaku belum akan membuat keputusan politik apapun, termasuk pindah partai.

Senada dengan dokter Rohmat Isnaeni, Joko Supriadi pun menyatakan, jargon antikorupsi terus berlaku karena merupakan semangat awal yang tidak untuk diubah.

Seperti yang diberitakan, Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap dari PT Indoguna Utama terkait kebijakan impor daging bersama orang dekatnya, AF. KPK juga menetapkan tersangka dua petinggi perusahaan tersebut yang juga diduga terlibat, yakni JE dan AAE. Sehari setelah diperiksa KPK, Luthfi yang juga anggota Komisi I DPR RI itu langsung mengundurkan diri sebagai Presiden PKS. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan