PKL Kawasan Lampu Merah Lasem Tutup Lapak

Sabtu, 21 Januari 2012 | 12:42 WIB
LASEM – Sejumlah pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sebelah utara Masjid Lasem akhirnya memilih tidak lagi menggelar lapaknya sebagai buntut dari penertiban oleh tim gabungan dari pemkab setempat belum lama ini.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (21/1), saat ini masih ada tiga orang pedagang yang ngotot bertahan, namun sekarang mereka bergeser ke trotoar sebelah barat masjid.

Salah seorang pedagang yang masih bertahan, Yatini, warga Desa Binangun, Kecamatan Lasem, menyebutkan sejumlah pedagang memang memilih menganggur, karena bingung mendirikan lapak untuk berdagang.

“Kami saja harus kucing-kucingan dengan petugas patroli Satpol PP dan sudah pindah tiga kali,” kata dia.

Ia berharap tetap bisa mengais rezeki dari berjualan, karena selama ini sudah menjadi tumpuan hidup keluarga.

Warga setempat, Bashori menyebutkan sejak bergeser ke trotoar sebelah barat masjid, memang kondisinya menjadi lebih tertib. “Bus tetap mangkal seperti biasa, hanya lebih tertib dibandingkan saat masih berdekatan dengan perempatan Lasem,” kata dia.

Menurut dia, pedagang maupun awak bus, patuh dengan perintah Pemkab Rembang, hanya dirnya berharap ada solusi terbaik. “Kalau semena-mena tanpa jalan keluar, sama saja mematikan denyut nadi orang kecil,” kata dia menandaskan.

Penertiban pedagang kaki lima di utara Masjid Lasem, semula digagas oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Rembang, Suyono mengemukakan, pedagang yang mangkal mengakibatkan banyak calon penumpang menunggu bus di tempat tersebut.

“Bus menjadi seenaknya saja berhenti, meski sudah ada rambu larangan parkir,” kata dia. (puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan