Pelaksanaan Pilkades Tlogotunggal Akhirnya Ditetapkan 30 Desember

Selasa, 24 Desember 2013 | 14:31 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SUMBER, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang akhirnya mengambil sikap tegas terkait pelaksanaan pemungutan suara pada Pilkades Tlogotunggal Kecamatan Sumber. Melalui rapat di tingkat pemkab, coblosan ditentukan pada hari Senin 30 Desember mendatang.

Menurut Kabag Tata Pemerintahan Setda Rembang Akhsanudin, Bupati menggunakan diskresi atau kebebasan mengambil keputusan sendiri terhadap situasi sulit pada Pilkades Tlogotunggal. Pemungutan suara Pilkades Tlogotunggal pada 12 November lalu dihentikan dan diputuskan diulang akibat protes karena terjadi selisih surat suara dan undangan.

Lantaran gagal menggelar pilkades, panitia kala itu dibubarkan. Namun BPD kemudian juga gagal membentuk kepanitiaan baru karena sebagian warga tidak percaya dengan netralitas panitia anyar. BPD akhirnya menyerahkan keputusan pelaksanaan pemungutan ulang Pilkades Tlogotunggal ke Pemkab Rembang.

Akhsanudin menjelaskan, diskresi oleh Bupati itu diatur dalam perda maupun perbup tentang pilkades. Sementara kepanitiaan pada pemungutan suara ulang nanti berasal dari unsur pemerintah kecamatan dan kabupaten serta satpol pp dan kesbangpolinmas. Panitia tinggal mencetak undangan dan kartu suara. Dananya berasal dari sisa pemakaian oleh panitia lama.

Mendengar informasi penetapan tanggal coblosan atau pemungutan ulang itu, kubu dua calon kepala desa mengaku kaget. Intinya mereka tidak menduga waktunya bakal mepet seperti ini. Namun baik kubu Sumarno maupun Winarto, mengaku siap menerima keputusan Pemkab Rembang dan hasil pilkades nanti.

Rukin, seorang warga Tlogotunggal yang diketahui sebagai pendukung kubu Sumarno menyayangkan mepetnya penentuan sikap Pemkab dengan pelaksanaan coblosan ulang. Sebab menurutnya, ada setidaknya 250 warga desa yang kini tinggal di luar daerah untuk bekerja. Sebagian baru semingguan berangkat, namun sebagian sudah hampir satu bulan bekerja. Jika dia diminta memilih, lebih baik ditunda.

Meski demikian, setelah menerima kabar pelaksanaan pemungutan suara ulang, pihaknya akan mengontak sebagian warga yang sudah satu bulan bekerja untuk pulang. Tetapi keputusan pulang atau tidak, berada di tangan mereka sendiri.

Sementara itu, Winarto mengaku baru menerima kabar pelaksanaan coblosan ulang ketika reporter radio ini menghubunginya. Dia pun mengaku segera menata diri dan para pendukungnya. Sebagai calon, Winarto berharap menang. Namun apapun hasilnya nanti, dia mengaku siap menerimanya, baik menang ataupun kalah.

Dia berharap, kondisi desanya selalu aman dan tertib. Pada coblosan ulang nanti, Winarto bertanda gambar ketela, sedangkan Sumarno bertanda gambar padi seperti pada saat pemungutan suara yang gagal. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan