PHBI Kecamatan Sulang Santuni Anak Yatim

Sabtu, 24 November 2012 | 16:14 WIB

Suasana peringatan 10 Muharom di Sulang

SULANG/SUMBER – MataAirRadio.net, Memperingati yaumul assyura’ atau hari ke-10 Muharrom 1434 Hijriyah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Sulang berbagi keceriaan dengan para duafa’ dan anak yatim dengan menggelar khitanan massal dan santunan anak yatim, Sabtu (24/11).

Khitanan massal diikuti enam orang anak. Peserta khitanan massal mendapatkan uang sebesar masing-masing Rp100.000, dan bingkisan berupa seperangkat alat shalat. Selain itu, mereka juga mendapatkan perawatan dari tim medis hingga sembuh secara gratis.

Dalam peringatan tersebut, PHBI Kecamatan Sulang yang bekerjasama dengan muslimat Masjid Jami’ Sulang juga memberikan santunan kepada 137 anak yatim. 137 anak yatim dari 21 desa di wilayah Kecamatan Sulang mendapatkan santunan berupa uang tunai sebesar Rp120.000 plus bingkisan perlengkapan sekolah.

Dengan label berbagi untuk peduli, peringatan 10 Muharrom yang dipusatkan di Masjid Jami’ Sulang berlangsung khidmat dan meriah.

Salah seorang panitia, Arif Syaifudin atau yang biasa disapa Ayik, kepada reporter MataAir Radio mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada kaum duafa khususnya para anak yatim piatu.

Dengarkan rekaman disini.

Ayik menambahkan, sumber dana yang terkumpul merupakan sumbangan dari para dermawan yang digali secara swadaya. Meski jumlahnya tak sberapa, ia berharap santunan yang diberikan dapat meringankan beban hidup anak yatim.

Tak hanya di Sulang, peringatan yaumul assyura’ dengan menyantuni anak yatim juga dilaporkan digelar oleh Yayasan Al Azhar Sumber. Sebanyak 187 anak yatim dari 18 desa di Kecamatan Sumber mendapatkan santunan dari pihak yayasan setempat. (Muhtarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan