Rembang Usulkan 1.000 Ton ZA Bersubsidi untuk Petani Tembakau

Jumat, 29 November 2013 | 16:54 WIB
Kepala Seksi Usaha Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi. (Foto:Puji)

Kepala Seksi Usaha Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Petani tembakau di Kabupaten Rembang akan mendapat angin segar pada musim tanam tahun depan. Pemerintah Kabupaten Rembang mengusulkan jatah 1.000 ton pupuk jenis amoniak sulfat atau ZA bersubsidi untuk petani tembakau. Tahun ini, petani tembakau di Rembang tidak dialokasi pupuk tersebut.

Berdasarkan perhitungan rencana definitif kebutuhan kelompok atau RDKK pupuk yang diajukan oleh dinas setempat ke Gubernur, dari 6.231 ton usulan pupuk ZA ke sektor perkebunan, 1.000 ton di antaranya untuk petani tembakau. Selebihnya untuk tanaman perkebunan jenis tebu dan komoditas lain seperti kelapa.

Kepala Seksi Usaha Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi menjelaskan, usulan 1.000 ton ZA untuk petani tembakau ini didasarkan pada dosis per hektare tanaman yang lima kuintal. Dinas berhitung, luasan tembakau pada tahun depan masih tetap 2.000 hektare, meski luasan areal tembakau diusulkan bertambah menjadi 3.500 hektare.

Pemerintah dan produsen, menurut Ika, memberikan “lampu hijau” pengalokasian ZA untuk semua tanaman petani, termasuk tembakau. Selain sektor perkebunan, alokasi ZA juga diusulkan untuk sektor tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan sebagaimana tahun sebelumnya.

Dari semua sektor tersebut, Pemkab Rembang mengusulkan alokasi sekitar 26.270 ton Urea, 10.298 ton SP-36, 7.043 ton ZA, 13.969 ton NPK, dan 7.460 ton organik. Usulan ini rata-rata naik dari alokasi awal tahun 2013.

Menurut Ika, usulan jatah pupuk sebesar itu biasanya tidak dikabulkan seluruhnya. Kecuali pupuk organik, jika merujuk pengalaman, maka akan dipangkas hingga sekitar 10 persen dari usulan. Keputusan mengenai usulan yang dikabulkan oleh Gubernur diperkirakan sudah akan bisa diketahui pada akhir Desember mendatang.

Disinggung mengenai ketersediaan sisa stok pupuk di awal musim tanam pertama padi, Ika mengklaim, masih cukup. Namun dia tidak menyebutkan secara rinci penyerapannya. Ika hanya membeber, serapan pada berbagai jenis pupuk sudah mencapai 90 persen.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang Maryono menyambut gembira usulan alokasi ZA bersubsidi untuk petani tembakau di Kabupaten Rembang pada tahun depan.

Sebab harga eceran tertinggi ZA nonsubsidi yang mencapai Rp2.850 per kilogram cukup memberatkan petani tembakau. Dengan dikucuri jatah ZA bersubsidi, petani tembakau bisa mendapat pupuk tersebut dengan harga Rp1.400 per kilogram. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan