Petani Tebu Rembang “Impor” Penebang dari Luar Daerah

Rabu, 12 Juni 2013 | 14:46 WIB
petani-diminta-remajakan-bibit

Ilustrasi

SULANG, MataAirRadio.net – Petani tebu di Kabupaten Rembang terpaksa “mengimpor” atau mendatangkan tenaga tebang dari luar daerah lantaran pekerja lokal sulit didapat.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Kabupaten Rembang Maryono, Rabu (12/6) pagi menyebutkan, tenaga tebang kebanyakan didatangkan dari Blora dan Purwodadi.

Namun meski mengimpor tenaga tebang, biaya yang dikeluarkan oleh setiap petani cenderung sama dengan jika mendatangkan pekerja lokal. Sebab ongkos tebang dihitung per ton bukan per tenaga kerja. Saat ini karena cuaca basah ongkos tebang mencapai Rp80.000 per ton atau naik Rp30.000 per ton dari ketika cuaca normal.

Maryono menjelaskan, minimnya buruh tebang lokal diakibatkan oleh banyak terserapnya tenaga untuk perawatan atau pemeliharaan tembakau. Selain itu, buruh tebang dari kelompok usia muda masih sulit didapat karena mereka lebih memilih bekerja di perantauan.

Ia menyebutkan, kebutuhan tenaga kerja per hektare lahan tebu bisa mencapai 40 orang dalam sehari. Saat ini dari jumlah itu hanya 25 orang tenaga yang bisa dicukupi dari lokal, sedangkan 15 orang lainnya didatangkan dari luar daerah.

Menurutnya, jika petani kepepet dan tidak bisa mendatangkan tenaga tebang dari luar daerah, mereka biasanya melakukan “bon pinjam” tenaga dari petani tembakau.

Menurut catatan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Rembang, dari 8.000 hektare luasan lahan perkebunan tebu di kabupaten ini, yang dipanen pada Mei dan Juni 2013 baru sekitar sepuluh persen atau 800 hektare.

Sebagian petani memilih menunda tebang karena jika memaksakan maka harus mengeluarkan ongkos tambahan untuk memindah tebu dari lahan ke jalan raya.

Penundaan masa tebang akibat cuaca basah dilakukan rata-rata maksimal satu bulan, guna menunggu turunnya kadar air agar rendemen atau kadar gula kembali stabil. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan