Petani Rembang Berlomba Buat Sumur Bor Atasi Kekeringan

Rabu, 10 September 2014 | 15:05 WIB
Pembuatan sumur bor di sawah petani di Kecamatan Sarang. (Foto:Pujianto)

Pembuatan sumur bor di sawah petani di Kecamatan Sarang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Petani di Kabupaten Rembang memilih membuat sumur bor di dekat sawah mereka untuk menyelamatkan tanaman palawija dari kekeringan. Di Kecamatan Rembang, Sumber, dan Sulang, petani sudah berlomba membuat sumur bor, sejak 15 hari terakhir.

Sumur bor yang dibuat rata-rata dimanfaatkan untuk menyelamatkan tanaman cabai dan sebagai persiapan tanaman tembakau di tahun mendatang. Pilihan ini terpaksa ditempuh petani karena debit air embung tidak bisa diandalkan. Apalagi pada sawah yang jaraknya jauh dari tampungan air.

Munawar, seorang penyedia jasa pembuatan sumur bor asal Sumber mengaku sudah 15 hari belakangan ini, tidak pernah sepi order. Biasanya, order yang dia terima hanya dua hingga tiga pemesan dalam seminggu. Permintaan pembuatan sumur bor di lahan pertanian disebutnya meningkat dua kali lipat.

Rabu (10/9) pagi, Munawar sedang mengerjakan order pembuatan sumur bor di persawahan petani Tawangsari Kelurahan Leteh, Rembang. Dia mematok ongkos hingga Rp1,5 juta, untuk pembuatan satu sumur bor. Mahal atau murahnya jasa yang dikenakan, tergantung kedalaman sumur yang dibuat.

Bagi petani, harga tak menjadi soal. Yang penting bagi mereka, tanaman palawija selamat dari kekeringan dan bisa dipanen. Menurut Munawar, sumur yang dibuatnya umumnya sumur dangkal, berkedalaman kurang dari 30 meter. Debit sumur dangkal biasanya 0,5 liter per detik.

Tantangan ketika membuat sumur bor di masa kemarau adalah mencari sumber air. Namun sebanyak sumur yang dibuatnya, hampir selalu mengalir airnya dan langsung bisa dimanfaatkan dengan menambahkan pompa air. Order pembuatan sumur bor ini diprediksinya berlanjut hingga Oktober nanti.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengaku mengantisipasi kekeringan dengan menyiapkan sumur bor. Menurutnya, ada 20 unit bantuan sumur kepada petani yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Sulang, Bulu, Sumber, Rembang, Pancur, dan Sluke. Pembuatan sumur ini masih berjalan, namun segera bisa dimanfaatkan oleh petani. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan