Mayoritas Petani Rembang Berlahan Sempit

Minggu, 2 Juni 2013 | 17:40 WIB

 

Mayoritas Petani Rembang Berlahan Sempit

Mayoritas Petani Rembang Berlahan Sempit

SUMBER, MataAirRadio.net – Rata-rata petani di Kabupaten Rembang memiliki lahan pertanian yang sempit. Meski hasil Sensus Pertanian 2013 masih dalam proses penyajian data, namun dari keterangan sejumlah petugas sensus yang kerjanya berakhir 31 Mei lalu, menunjukkan kenyataan itu.

Suwarno, seorang petugas sensus asal Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori, Minggu (2/6) pagi mengatakan, sedikit petani yang memiliki lahan seluas satu hektare, apalagi lebih.

Ia menyebutkan, rata-rata luasan lahan pertanian petani yang disensusnya hanya setengah hektare dan yang paling ciut seluas seratus meter persegi.

Dengan minimnya luasan lahan pertanian yang dimiliki petani, maka menurutnya cukup sulit membuat mereka sejahtera. Karena itu, dia mengusulkan agar Pemerintah melindungi petani.

Jarwono, seorang petani di Desa Sumber Kecamatan Sumber juga mengatakan, lahan pertanian semakin tahun kian menyusut. Penyebab utamanya adalah perluasan permukiman. Ia pun menyebutkan, sudah sangat jarang petani yang memiliki lahan hingga setengah hektare.

Kepala Seksi Statistik Produksi pada Badan Statistik Kabupaten Rembang Winarso menyebutkan, data hasil Sensus Pertanian 2013 baru bisa tersaji utuh pada November mendatang.

Selama sensus kemarin, petugas memang mendata luasan lahan pertanian dan jenis tanaman pertanian yang dikembangkan petani. Jenis tanaman yang menjadi andalan petani juga tidak luput dari pendataan.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Mulyono mengakui, agresi perumahan dan permukiman mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.

Namun Pemerintah Kabupaten Rembang telah bertekad untuk mengamankan sawah lestari seluas 37.320,17 hektare hingga 25 tahun ke depan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan