Petani Rembang Butuh Tambahan Embung Pertanian dan Stabilitas Harga

Selasa, 24 September 2013 | 16:04 WIB
Sawah di Kabupaten Rembang saat musim penghujan. (FotoLRif)

Sawah di Kabupaten Rembang saat musim penghujan. (Foto:Rif)

GUNEM, MataAirRadio.net – Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September ini dimanfaatkan petani di Kabupaten Rembang untuk menyuarakan aspirasi penambahan embung-embung pertanian, penataan irigasi, dan jaminan kestabilan harga komoditas pertanian.

Ketersediaan embung pertanian di kabupaten ini, masih dinilai kurang dan jika pun dibangun, banyak yang tidak berdasarkan keinginan dari masyarakat. Saluran irigasi dari embung besar pun sudah mulai rusak dan belum diperbaiki.

Sadam, seorang petani di Desa Panohan Kecamatan Gunem mengaku terbantu dengan keberadaan embung besar di desa itu. Petani di desa itu, kini bisa mengembangkan tanaman pertanian pada sepanjang tahun. Saat ini, petani Panohan sedang akan panen melon, kedelai, dan padi.

Namun belakangan ini, kondisi saluran irigasi dari Embung Panohan sudah banyak yang bocor dan rusak, sehingga pasokan air ke lahan pertanian, terganggu. Sadam berharap pemerintah segera memperbaikinya. Pengurus Kelompok Tani Handayani ini juga meminta kepada Pemerintah untuk menjamin kestabilan harga komoditas pertanian, seperti kedelai.

Nursahid, petani lainnya di Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori meminta kepada Pemerintah untuk lebih menyejahterakan mereka. Masalah air untuk pengairan lahan pertanian masih menjadi momok petani.

Berbeda dengan petani yang dekat dengan embung besar, petani di wilayah Sidomulyo Kecamatan Kaliori kerap kali dilanda kekeringan saat musim kemarau tiba. Ia berharap, Pemerintah serius untuk mengembangkan embung pertanian yang tepat guna.

Mengenai tidak stabilnya komoditas pertanian yang sering berujung keluhan dari petani, Nursahid berharap pemerintah tidak sekadar asal janji, tetapi minim bukti. Mestinya pemerintah mampu melindungi petani dengan menjamin kestabilan harga produksi pertanian. Ia pun menyuarakan tuntutan kepada Pemerintah untuk memudahkan akses pupuk di awal masa tanam.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, penambahan embung untuk pertanian dilakukan secara bertahap. Tahun ini, Pemkab Rembang membangun 10 embung pertanian dan masih ditambah enam embung lagi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sepuluh embung pertanian ini disalurkan empat unit di Kecamatan Rembang, Kaliori tiga unit, Sumber, Sulang, dan Kragan masing-masing dua unit, serta Gunem, Sedan, Lasem masing-masing satu unit. Mengenai stabilitas harga pertanian, Suratmin akan menyuarakan hal itu ke tingkat Pusat. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan