Mayoritas Petani Melon Mojokerto Gagal Panen

Kamis, 14 Februari 2013 | 15:23 WIB
Mayoritas petani melon di Desa Mojokerto Kragan gagal panen.

Mayoritas petani melon di Desa Mojokerto Kragan gagal panen.

KRAGAN, MataAirRadio.net – Mayoritas petani melon di Desa Mojokerto Kecamatan Kragan mengalami gagal panen lantaran serangan hama keriting pada pupus daun tanaman melon. Akibat serangan hama ini, setiap seperempat hektare lahan melon, petani mengalami kerugian hampir Rp10 juta.

Kepala Dusun Gemanting Desa Mojokerto, Khamim kepada reporter MataAir Radio, Kamis (14/2) pagi menyebutkan, jumlah petani melon yang tidak bisa merasakan panen lebih banyak, dibandingkan yang berhasil.

Khamim juga menyebutkan, dari sekitar 30 petani melon di wilayahnya, 21 petani di antaranya gagal panen, sedangkan sisanya bisa menikmati panen. Adapun total luasan lahan melon yang gagal dipanen petani ditaksir mencapai tujuh hektare.

Kepala Dusun Gemanting Khamim juga mengungkapkan, sebelum akhirnya gagal panen, para petani sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulangi serangan hama keriting. Meski demikian, petani tetap saja tak bisa menyelamatkan tanaman melonnya.

Menurut Khamim, gagal panen bukan kali ini saja dialami petani melon sehingga dirinya pun berkeyakinan petani tidak jera.

Untuk diketahui, hama keriting pada tanaman melon biasanya menyerang pada saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Umumnya, serangan muncul pada saat musim kemarau. Gejala yang ditimbulkan adalah daun muda atau tunas baru menjadi keriting dan bercaknya berwarna kekuningan. (Ilyas Almustofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan