Petani Kejar Musim Tanam Kedua

Selasa, 21 Februari 2012 | 08:47 WIB


SUMBER – Sejumlah petani di Kecamatan Sumber memanen tanaman padinya sedikit lebih awal untuk mengejar musim tanam kedua yang diprediksi efektif hanya sampai pertengahan Maret 2012.

Seorang petani di Dusun Jatigenuk Desa Sumber, Rami, Selasa (21/2) mengatakan, upaya memanen dini tanaman padi dilakukan lantaran sudah terlanjur menyemai benih untuk ditanam di musim tanam kedua.

“Kami sudah terlanjur menyemai 15 kilogram benih untuk ditanam di lahan sekitar 0,4 hektare, sehingga sayang kalau harus dibiarkan sia-sia gara-gara terlambat melakukan tanam kedua,” kata dia.

Saat ini, kata dia, rata-rata tanaman padi petani di dusunnya sudah beranjak menguning. “Jika biasanya kami memanen ketika padi sudah menguning total, namun karena tak ingin ketinggalan memulai tanam kedua, sebagian petani memilih memanen lebih cepat, meski masih ada satu dua yang belum masak betul,” kata dia.

Petani lainnya di Desa Grawan, Paidi menambahkan, beberapa petani yang terlambat saat memulai musim tanam pertama lalu memang mulai dihantui perasaan was-was.

“Sebab, sebagian besar petani berharap banyak bisa menanam padi untuk kedua kalinya. Hanya, karena hujan mulai jarang turun seperti sekarang, petani khawatir tak bisa lagi menanam padi di lahannya,” kata dia.

Apalagi, lanjut dia, hasil panen dari musim tanam pertama biasanya dimanfaatkan sebagian untuk membayar utang, sedangkan untuk persediaan pangan, petani banyak menggantungkannya dari panenan musim tanam kedua.

“Karena itu, begitu selesai panen, kami pun cepat-cepat menyiapkan lahan untuk memulai musim tanam kedua. Jika terlambat, pertumbuhan padi bakal kurang optimal, apalagi ketika curah hujan tersendat. Mumpung sekarang lahan masih sangat basah, kami harus manfaatkan,” kata dia.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Rembang mewanti-wanti petani di daerah itu agar memulai musim tanam kedua pada Februari atau paling tidak hingga pertengahan Maret 2012.

“Musim tanam kedua idealnya dilakukan dalam rentang Februari hingga pertengahan Maret 2012,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Suratmin.

Ia mengemukakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, curah hujan masih berlangsung normal hingga Maret 2012 dengan intensitas 100-200 milimeter.

“Jika musim tanam kedua untuk petani yang memiliki lahan garapan tadah hujan dilakukan pada akhir Maret 2012, risiko gagalnya relatif tinggi. Sebab, pada awal masa pertumbuhan, tanaman padi butuh lebih banyak air,” kata dia.

Namun, petani yang memiliki lahan dengan dukungan irigasi cukup, kata dia, diperkirakan belum akan menjadi persoalan apabila memulai musim tanam keduanya pada akhir Maret. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan