Panen Perdana, Petani Garam Rembang Dibayangi Impor

Senin, 9 September 2013 | 14:44 WIB
Petani garam di Kabupaten Rembang, (Foto:Puji)

Petani garam di Kabupaten Rembang, (Foto:Puji)

KALIORI, MataAirRadio.net – Para petani garam di Kecamatan Kaliori mulai merasakan panen perdana komoditas tersebut. Namun di awal-awal masa panen, mereka mengaku sudah dibayangi ancaman penurunan harga.

Agus Santoso, petani garam di Desa Mojowarno, Senin (9/9) pagi mengatakan, harga garam pada panen perdana ini berkisar antara Rp350 hingga Rp400 per kilogram. Harga Rp350-Rp370 per kilogram untuk garam kualitas kedua, sedangkan garam kualitas satu di kisaran Rp400-an per kilogram.

Agus menuturkan, sebagian besar petani masih saja memilih memproduksi garam kualitas kedua agar mereka segera bisa merasakan harga yang relatif baik.

Di masa awal panen ini, Agus mengaku baru bisa memanen garam setiap dua atau tiga hari sekali. Ia menyebutkan, dari sekitar dua hektare tambaknya, rata-rata bisa diperoleh panen sekitar satu ton garam per hari.

Mustain, petani garam lainnya di Dusun Paloh Desa Tasikharjo mengatakan, meski telah melakukan panen awal, dirinya mulai cemas dengan ancaman turunnya harga akibat masuknya garam impor.

Ia berharap, garam impor tidak merembes masuk ke dalam negeri di awal masa panen ini. Mustain membenarkan, mayoritas petani masih mendapatkan harga baik di panen perdana.

Terlepas dari ancaman masuk garam impor, harga komoditas andalan petani Pantura ini akan anjlok, seiring datangnya musim panen raya “emas putih” tersebut.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang memperkirakan produksi garam pada tahun ini bisa mencapai 138.000 ton. Prediksi itu karena musim produksi garam diasumsikan hanya berlangsung selama tiga bulan.

Tahun lalu, petani garam di Kabupaten Rembang bisa memproduksi garam hingga 186.000 ton. Namun memang, garam produksi petani Rembang kebanyakan berkualitas kedua dan mayoritas diserap untuk industri pengolahan ikan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan