Petani Cemaskan Kenaikan Harga BBM

Minggu, 18 Maret 2012 | 09:47 WIB


REMBANG – Sejumlah petani di Kabupaten Rembang mencemaskan rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp1.500 per liter, lantaran sebagian lahan pertanian di daerah itu tergolong tadah hujan.

“Jika hujan mulai terlambat, sebagian besar lahan pertanian yang tidak mendapat suplai air dari irigasi mengandalkan mesin penyedot. Mesin penyedot membutuhkan bahan bakar sehingga dengan kenaikan harga BBM, petani akan terjepit,” kata Sadam, seorang petani di Desa Gunem, Kecamatan Gunem, Jumat (16/3).

Menurut Semin, petani lainnya di Desa Grawan, Kecamatan Sumber, pengairan sawah-sawah yang berada di wilayahnya sangat bergantung pada mesin pompa air apabila hujan tersendat.

Air yang berasal dari Embung Grawan tidak bisa dimanfaatkan untuk pengairan karena letak sawah berada di atas sungai. “Lahan sawah yang jauh dari sungai, tentu mengandalkan mesin penyedot,” kata dia.

Ia menyebutkan, untuk satu musim tanam paling sedikit menghabiskan solar sebanyak 100 liter. Pengeluaran untuk membeli BBM sebanyak itu setara dengan harga beras hampir satu kuintal. “Apabila harga solar naik menjadi Rp6.000/liter, berarti pengeluaran petani jadi bertambah besar,” kata dia.

Di desa tersebut, sedikitnya terdapat 10 mesin pompa air milik perorangan. Dengan harga lama, pengeluaran untuk membeli solar tiap petani bisa mencapai Rp450.000 permusim tanam. “Kalau naik, berarti pengeluaran untuk membeli solar dipastikan bisa lebih dari Rp450ribu,” keluh dia.

Ia berharap pemerintah menangguhkan rencana menaikan harga BBM. Seandainya pemerintah tetap menaikan harga BBM, bukan hanya membebani petani tapi juga bisa memicu kenaikan harga beras. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan