Pesanggem di Tiga Kecamatan Pilih Tanam Ketela

Minggu, 18 November 2012 | 13:29 WIB

Rembang – MataAirRadio.net Mayoritas petani pesanggem atau penggarap lahan hutan di tiga kecamatan, Sulang, Gunem, dan Bulu, saat ini lebih memilih menanami lahan persil yang mereka garap dengan tanaman ketela daplang daripada menanaminya padi dengan gogo rancah, seperti tahun sebelumnya.

Salah seorang petani pesanggem asal Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Budi Sudianto kepada reporter MataAir Radio, Minggu (18/11) mengatakan, tanaman ketela jenis daplang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan tanaman lainnya.

Menurutnya, ketela daplang relatif lebih mudah dalam perawatan. Apalagi, berdasarkan pengalaman para pesanggem, ketela daplang memang cukup tepat ditanam di lahan persil.

Budi juga menyebutkan, biaya produksi untuk menanam ketela cenderung murah, namun hasil panenannya cukup menggiurkan. Ditambah, harga komoditas itu yang belakangan tinggi, antara Rp900 hingga Rp1.800 per kilogram.

Dengarkan rekaman disini.

Budi pun mengatakan, selain cocok ditanam pada lahan persil, ketela daplang diyakini masih mampu tumbuh bagus di lahan tegalan yang kurang produktif.  Bahkan menurutnya, sebagian besar petani di daerahnya, kini tengah berlomba memperluas lahan untuk ditanami ketela daplang.

Dengarkan rekaman disini.

Sementara itu, Sunarto, petani pesanggem asal Dukuh Banyurip, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu menambahkan, sudah dua tahun terakhir, pesanggem di desanya, beralih ke tanaman ketela jenis daplang daripada menanam padi gogorancah seperti yang selama ini mereka lakukan.

Hal itu dilakukan menyusul keberhasilan para petani ketela dalam mendongkrak penghasilan yang berujung pada meningkatnya taraf hidup mereka. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan