Perusakan Tembakau Milik Kades Glebeg Diduga Terkait Pilkades

Senin, 18 Juni 2012 | 07:56 WIB

SULANG – Kepolisian Sektor Sulang Resor Rembang menyatakan masih menyelidiki kasus perusakan 10.000 tanaman tembakau milik Kepala Desa Glebeg Muslikin pada Sabtu (16/6) lalu.

Namun, Kapolsek Sulang Ajun Komisaris Polisi Binuka saat dihubungi wartawan melalui layanan pesan singkat, Senin (18/6), mengatakan pihaknya sudah mengantongi beberapa nama yang diduga terlibat dalam perusakan tanaman tembakau yang diperkirakan 25 hari lagi siap panen itu.

“Ada yang dicurigai, namun masih perlu bukti dan saksi. Motif kemungkinan tidak jauh dari seputar Pilkades beberapa bulan yang lalu,” terang AKP Binuka.

Pihaknya pun mengaku serius mengusut pelaku perusakan tersebut. “Fokusnya sekarang ya pengumpulan keterangan, bukti, dan saksi,” tegasnya.

Pilkades Glebeg dilakukan pada Sabtu, 31 Desember 2011 silam. Saat itu, Muslikin, calon bertanda gambar ketela memenangi Pilkades atas pesaingnya, Ramijan yang bertanda gambar padi dengan selisih hanya 83 suara. Saat itu, Pilkades memperebutkan suara dari 1.502 orang hak pilih.

Seperti diketahui, Kepolisian Sektor Sulang menerima laporan kasus dugaan perusakan lahan tembakau milik Kepala Desa Glebeg Muslikin pada Sabtu (16/6) lalu.

Menurut Kapolsek Sulang AKP Binuka, lahan tembakau milik Kades Glebeg itu diduga dirusak orang pada Sabtu (16/6) dini hari. Namun, perusakan baru diketahui pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, itu pun setelah korban melapor ke Polsek setempat.

Akibat perusakan tersebut, korban menanggung kerugian yang ditaksir mencapai Rp20 juta. Sebanyak 10.000 batang tanaman tembakau yang rusak itu pertama kali diketahui oleh Tuminah, ibu dari Muslikin.

Tuminah yang saat itu hendak mencuci pakaian di sungai melihat tanaman tembakau sudah bertumbangan di tanah. Tuminah langsung pulang untuk memberitahukan kejadian itu. Mendengar adanya perusakan tanaman tembakau, warga berbondong-bondong langsung datang ke lokasi lahan.

Diperkirakan 10.000 batang pohon tembakau rusak dengan cara dibabat dengan senjata tajam. Muslikin mengaku tidak memiliki musuh sebelumnya. Dia juga tidak mau berspekulasi siapa yang melakukan perusakan tanaman tembakau, meskipun beberapa orang menduga perusakan tersebut karena buntut pemilihan kepala desa beberapa bulan lalu.

“Saya pasrahkan saja kepada Allah SWT. Kalau menanam kejahatan, mereka tentu akan memanen hasilnya nanti,” tuturnya.

Ketua Paguyuban Petani Tembakau Desa Glebeg, Suparno mengatakan tanaman tembakau yang dirusak itu, 25 hari lagi semestinya sudah siap panen. Pihak perusahaan sendiri memerintahkan daun tembakau yang rusak untuk disimpan. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan