Menjamu Persebaya, Juru Racik PSIR Matangkan Strategi

Kamis, 28 Februari 2013 | 15:32 WIB
Pemain PSIR Rembang akan melakukan tendangan sudut saat melawan Persema Malang.

Pemain PSIR Rembang akan melakukan tendangan sudut saat melawan Persema Malang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Tim pelatih PSIR Rembang mulai mematangkan strategi untuk menjamu Persebaya Surabaya pada laga lanjutan di Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Krida Rembang, 2 Maret mendatang. Meskipun berhasil mengalahkan Persema Malang dengan skor 3-2, juru racik Laskar Dampo Awang masih menemukan kelemahan dalam pola permainan anak didiknya.

Direktur Teknik PSIR Rembang, Bambang “Max” Handoyo, kepada Reporter MataAir Radio Kamis (28/2) pagi mengatakan, pihaknya mengakui permainan anak asuhnya memang masih banyak kekurangan saat melakoni laga perdana melawan Persema Malang.

Menurut Bambang, para pemain PSIR masih enggan bertarung dan menjemput bola dari lawan. Bahkan lini tengah yang dimotori oleh Esaiah Pello Benson dan Rudy Santoso tidak bisa bermain sesuai harapan tim pelatih. Menjelang pertandingan kedua melawan tim tangguh Persebaya Surabaya, saat ini tim pelatih PSIR fokus mematangkan taktik dan strategi.

Jebolan diklat Ragunan itu juga mengatakan, waktu persiapan yang sangat mepet membuat tim pelatih tidak memiliki waktu untuk memberikan menu khusus menggenjot fisik pemain. Sebab berdasarkan pengamatan Bambang “Max” Handoyo, masih banyak pemain yang fisiknya terkuras saat bertanding penuh selama 2 x 45 menit.

Bambang menyebutkan, sejauh ini tim pelatih juga belum mengetahui peta kekuatan Persebaya Surabaya. Meskipun tim berjuluk Bajul Ijo itu dihuni oleh pemain bintang seperti Andik Vermasnyah dan Muhammad Taufik, Bambang menegaskan PSIR tidak akan gentar menghadapi runner-up IPL musim lalu itu. Sebab PSIR masih memiliki striker andalan Christian Lenglolo yang tampil impresif saat mengalahkan tetangga dekat Persebaya Surabaya, yakni Persema Malang.

Dari hasil pengamatan tim pelatih PSIR Rembang, lini belakang yang dihuni oleh Candy Lansana dan Abdul Latief juga masih gampang ditembus serangan lawan. Sebab komunikasi antarpemain di lini pertahanan itu cukup lemah dan belum terjalin secara sempurna. Apalagi dua gol yang bersarang ke gawang PSIR juga merupakan buah kesalahan dari pemain belakang yang salah memberikan umpan. (Afta Ahmad)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan