Perempuan Rembang Ogah Terjuni Dunia Politik

Selasa, 18 September 2012 | 09:32 WIB
ilustrasi.
KOTA, mataairradio.net – Syarat 30 persen keikutsertaan perempuan dalam kepengurusan sebuah partai politik di tingkat kabupaten cenderung sulit dipenuhi. Tak terkecuali di Kabupaten Rembang.
Anggota KPU Kabupaten Rembang Divisi Hukum dan Pengawasan, Budi Handayani saat dihubungi mataairradio.net, Selasa (18/9), mengatakan, temuan itu terungkap ketika pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2014, baru-baru ini.
“Umumnya, partai-partai politik yang cenderung kecil lah yang mengalami kesulitan memenuhi syarat 30 persen keikutsertaan perempuan dalam kepengurusan. Untuk partai besar belum muncul keluhan,” katanya.
Menurut Budi, sejauh pantauan pihaknya, “ghirah” atau semangat perempuan di Kabupaten Rembang untuk terjun ke dunia politik memang kurang. “Alasan secara umumnya tentu kendala izin dari suami. Selain itu memang semangat perempuan di Rembang untuk terjun ke dunia politik memang kurang,” katanya.
Budi berpandangan, seorang perempuan yang memilih terjun ke dunia politik tidak bisa lantas diartikan sedang berupaya lari dari sebuah tanggung jawab pengurusan rumah tangga. 
“Sebab, nyatanya banyak perempuan yang justru bisa eksis di dunia politik, sementara rumah tangganya pun berjalan harmonis. Hanya memang harus pandai-pandai membagi waktu, antara rumah tangga dengan tanggung jawab politik,” tandasnya. (Puji)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan