Perekaman e-KTP Rembang Diperkirakan Selesai Lebih Awal

Selasa, 3 Juli 2012 | 08:39 WIB
Ilustrasi

REMBANG – Sebanyak 305.595 dari 485.219 orang wajib elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) di Kabupaten Rembang, sebagaimana kuota dari Kementerian Dalam Negeri, tercatat sudah melakukan perekaman data, demikian catatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

Dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang, menurut data Dinpendukcapil Kabupaten Rembang per 30 Juni 2012 yang dihimpun suararembang, Selasa (3/7), Kecamatan Pamotan mencatatkan jumlah perekaman data paling banyak dengan 29.047 wajib e-KTP, disusul Kecamatan Sarang dengan 28.764, dan Kecamatan Sedan 27.751.

“Dengan pencapaian perekaman data yang sudah mencapai 66,65 persen sampai dengan 30 Juni 2012, maka perekaman data diperkirakan sudah akan tuntas sebelum Oktober 2012,” tandas Kepala Dinpendukcapil Kabupaten Rembang, Shodiq.

Ia menjelaskan, perkiraan itu didasarkan pada tingkat perekaman data dalam dua bulan terakhir atau sejak diluncurkan 10 April lalu. Apalagi, empat kecamatan yakni Sale, Gunem, Sluke, dan Bulu bahkan diperkirakan sudah akan merampungkan perekaman datanya pada Juli ini.

“Kalau dua bulan sudah 66,65 persen, maka sampai dengan akhir September nanti, dimungkinkan perekaman data akan sudah tuntas. Di sisa waktu, kami akan optimalkan untuk melakukan penyisiran wajib e-KTP yang mungkin terlewat,” katanya menegaskan.

Untuk mempercepat perekaman data e-KTP di kecamatan-kecamatan lain, lanjut Shodiq, pihaknya akan menggeser perangkat e-KTP di kecamatan yang perekamannya sudah rampung ke kecamatan yang belum tuntas perekamannya.

“Selain itu, Kabupaten Rembang juga mendapatkan bantuan tambahan dua perangkat e-KTP dari Provinsi yang rencananya akan kami tempatkan di Kecamatan Rembang dan Kragan,” ujar dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan