Perda Parkir Molor Diberlakukan

Jumat, 13 Januari 2012 | 13:59 WIB

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 tahun 2011 tentang parkir berlangganan untuk setiap kendaraan bermotor, urung diberlakukan per Januari 2012. Pasalnya Perda tersebut saat ini masih dalam tahap sosialisasi.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang, Suyono, mengatakan pihaknya beserta elemen terkait masih menggodok formulasi tepat agar Perda tersebut dapat diterima masyarakat.

“Saat ini kami masih terus mensosialisasikannya kepada masyarakat. Bersama instansi lain, salah satunya Kantor Samsat, kami masih mencari formulasi tepat untuk mengimplementasikan Perda tersebut,” katanya di rembang, pekan lalu.

Menurut Suyono, berdasarkan Perda yang telah ada, pembebanan akan diberlakukan bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan di kantor sistim administrasi satu atap (Samsat).

“Hanya saja, karena sosialisasi masih dirasa kurang, maka perlu dicari formula terbaik supaya masyarakat tidak merasa terbebani,” tambahnya.

Rencananya, tambahnya, semua motor dan mobil akan dikenakan biaya parkir berlangganan dengan nominal yang berbeda antara satu dan yang lain. “Untuk kendaraan roda dua, dikenakan langganan dalam satu tahun senilai Rp20 ribu. Sedangkan untuk mobil biasa akan dikenakan langganan Rp100 ribu, truk dan kendaraan besar Rp125 ribu.”

Karena sudah dibayar di awal, imbuhnya lagi, maka untuk para tukang parkir rencananya akan digaji berdasarkan besaran UMK (Upah Minimum Kabupaten). “Namun sebelumnya akan dikaji terlebih dahulu mengingat banyaknya jumlah tukang parkir yang berada di Kabupaten Rembang. Sedangkan kendaraan baik roda dua ataupun roda empat yang berplat nomor luar Rembang, kendaraan tersebut masih bisa dikenakan biaya parkir,” tegasnya. (Rom)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan