Perbaikan Jalan Poros Kecamatan Terkesan Disepelekan

Kamis, 27 September 2012 | 07:50 WIB
Kerusakan di jalan poros kecamatan Sedan-Kragan. (Foto: Ilyas alMustofa)

KOTA, mataairradio.net – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2012 Kabupaten Rembang akhirnya hanya mengalokasikan satu miliar rupiah untuk perbaikan jalan poros kecamatan. Padahal, sebagian besar ruas jalan di kabupaten ini sudah rusak parah.

Kenyataan itu pun mengundang keprihatinan dari masyarakat. Yaman misalnya. Warga Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber itu menilai pemerintah kabupaten setempat tidak tampak serius berusaha memperbaiki jalan poros kecamatan yang sudah sedemikian rusak.

“Petinggi kabupaten ini katanya sudah sering turun ke lapangan dan tentu mengetahui kerusakan jalan yang parah. Mestinya kan segera diperbaiki, walaupun bertahap. Kalau minim tindakan (perbaikan jalan) begini, kesannya seperti disepelekan,” ujar Yaman, Kamis (27/9).

Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santoso menyebutkan, awalnya Dinas Pekerjaan Umum setempat mengusulkan penambahan anggaran melalui APBD-P 2012 sebesar dua miliar rupiah guna membiayai perbaikan jalan poros kecamatan dan jembatan.

“Pada APBD Perubahan 2012, penambahan anggaran untuk perbaikan jalan poros kecamatan dan jembatan hanya dikabulkan sebesar satu miliar rupiah. Namun, muncul nomenklatur penunjukan langsung pada pos-pos (pekerjaan) tertentu terkait jalan (antardesa) senilai juga satu miliar rupiah,” ujarnya.

Puji yang juga anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang itu pun mengaku tidak mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai alasan penganggaran perbaikan jalan dan jembatan oleh DPU setempat yang cenderung sedikit itu.

“Memang, sekarang ini ada banyak pembangunan di Kabupaten Rembang. Hanya, pembangunan jalan malah terbilang minim. Sekadar perawatan rutin, minim juga. Mestinya jalan-jalan itu diperbaiki bertahap. Jalan nunggu sampai rusak (baru diperbaiki),” katanya.

Ia pun menduga, kemungkinan adanya “desain” pagu indikatif anggaran dari masing-masing satuan kerja dan perangkat daerah (SKPD) misalnya DPU yang relatif rendah, menjadi penyebab rendahnya jumlah anggaran yang kemudian disepakati.

Terlepas dari benar atau tidaknya “desain” itu, gambaran keseriusan pemerintah kabupaten juga DPRD setempat untuk segera memperbaiki jalan poros kecamatan sepertinya masih hanya mampir di bibir.

Pasalnya, dalam laporan badan anggaran DPRD Kabupaten Rembang membahas Raperda Perubahan APBD 2012, rekomendasi agar memprioritaskan perbaikan jalan poros kecamatan pada APBD 2013, tidak muncul.

Ironisnya, DPRD kabupaten ini malah merekomendasikan pemeliharaan rutin trotoar agar dianggarkan pada tahun anggaran 2013. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan