Baru Keluar Penjara, Wardi Maling Lagi

Kamis, 7 Februari 2013 | 18:51 WIB
Wardi (43), warga Desa Gonggang Kecamatan Sarang

Wardi (43), warga Desa Gonggang Kecamatan Sarang

REMBANG – MataAirRadio.net, Belum genap satu setengah tahun menghirup udara segar selepas keluar dari balik jeruji penjara, Wardi (43), warga Desa Gonggang Kecamatan Sarang kini harus kembali menikmati dinginnya dinding bui.

Ia kembali diringkus tim Resmob Polres Rembang bersama dua orang rekannya bernama M Yudi (22) warga Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan dan Masduki, warga Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang, setelah beraksi mencuri sepeda motor di 30 tempat kejadian perkara.

Komplotan Wardi ini sebenarnya beranggotakan lima orang. Namun, dua orang anggota kelompok ini masing-masing berinisial SM dan HR belum berhasil digulung dan masih terus diburu polisi.

Kepada reporter MataAir Radio ketika gelar hasil Operasi Jaran 2013 di Mapolres Rembang, Kamis (7/2) siang, Wardi mengaku baru satu tahun empat bulan lalu keluar dari penjara. Sebelum itu pun, Wardi pernah mendekam di sel rumah tahanan karena kasus pencurian.

Terakhir kali, ia dijebloskan ke bui lantaran kasus penadahan barang hasil kejahatan atau pelanggaran Pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sementara pada kasus pencurian sepeda motor yang membelitnya sekarang, ia terakhir mencuri sebuah sepeda motor di tepi jalan kawasan persawahan di Kragan. Motor hasil curian paling sering dibuang ke daerah Ronggo Kecamatan Jaken Kabupaten Pati.

Saat ditanya apa yang membuatnya kembali birahi mencuri, ia berdalih terbujuk oleh teman-temannya yang datang padanya dan mengajak maling. Padahal dari pengakuannya, hasil mencuri satu motor ia hanya kebagian Rp150.000-Rp200.000. Uang itu katanya lantas digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Wardi memiliki seorang istri dan empat orang anak. Bungsunya masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Perawakan Wardi sebenarnya tak terlalu besar. Kulitnya sawo matang dan badannya masih cukup tegap. Namun saat ditanya lagi apakah kelakuannya itu tidak malah akan membebani anaknya yang masih TK, mata Wardi tiba-tiba berkaca-kaca dan air matanya tak tertahan.

Ia mengatakan, akibat perbuatannya kali ini, tidak hanya membuat malu anak-anaknya, tetapi menantu, besan, dan cucunya kelak. Di balik isi hati yang tiada satu pun manusia yang tahu, Wardi bertekad mengakhiri petualangannya di dunia hitam.

Ia pun menyatakan akan mencoba kembali menekuni dunia lamanya menjadi seorang buruh tani. Sebab, pernah dirinya mencoba menjadi nelayan, namun ia tak cukup tahan pada ombang-ambing ombak lautan.

Kasatreskrim Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Joko Santoso menekankan, aksi pencurian hampir selalu berawal dari kelalaian korban, selain juga karena dasar niat pelaku yang ingin mencuri. Pelaku pencurian akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sementara penadahnya juga akan dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana empat tahun kurungan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan