Pengerukan Embung Bajangan Harga Mati

Jumat, 2 Maret 2012 | 07:40 WIB


SUMBER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menyebutkan pengerukan Embung Bajangan di wilayah Dusun Sambong Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber, mutlak diperlukan karena kini pendangkalannya sudah sangat serius.

“Sendimentasi Embung Bajangan sudah sangat parah. Pengerukan mutlak diperlukan karena di musim penghujan ini, debit air yang mampu ditampung tidak banyak akibat pendangkalan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Suharso, Jumat (2/3).

Ia menjelaskan, keberadaan embung cukup penting bagi warga. “Selain bisa dimanfaatkan untuk menopang irigasi pada lahan pertanian, keberadaan embung juga cukup efektif untuk menekan ancaman bencana banjir,” kata dia.

Namun, lanjut dia, apabila kondisi embung sudah mengalami banyak sedimentasi di banyak titik, fungsinya menjadi tak lagi optimal. “Bahkan, apabila hujan turun deras, embung dengan tingkat sedimentasi parah akan mudah melimpas dan mengancam keselamatan warga di sekitarnya. Hal seperti ini terjadi di Embung Bajangan,” kata dia.

Suharso juga mengatakan selama ini air dari Embung Bajangan banyak dimanfaatkan petani di sepanjang aliran irigasi, dari Sumber hingga Kecamatan Kaliori. “Namun, akibat pendangkalan parah tersebut, petani di wilayah hilir kerap tak bisa menikmati pasokan air irigasi,” kata dia.

Berdasarkan data yang dihimpun, air dari Embung Bajangan dimanfaatkan untuk mengairi setidaknya 1.500 hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sumber dan Kaliori.

Pemerintah Pusat melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Air Serang Lusi Juana (Balai PSDA Seluna) pernah melakukan normalisasi pada 2010 lalu, namun tidak pada Embung Bajangan, tetapi pada saluran irigasi dari embung tersebut, sepanjang 3,7 kilometer dengan menelan anggaran hingga Rp235 juta.

“Sejauh ini, kami sebatas menerima informasi bahwa Embung Bajangan akan segera dilakukan pengerukan. Alokasi dananya berasal dari dana pascabencana (RR). Namun kami masih menunggu kepastiannya,” kata dia.

Selain normalisasi pada Embung Bajangan, BPBD Kabupaten Rembang pun sedang mengkaji tingkat sendimentasi di sepanjang Sungai Lasem. “Ada banyak kelokan di sepanjang aliran sungai tersebut, dan kami masih melakukan kajian untuk upaya normalisasi,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan