Rembang Tidak Atur Pengelolaan Sampah, Air Tanah Tercemar

Senin, 9 Desember 2013 | 15:23 WIB
Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di kawasan Landoh Kecamatan Sulang. (Foto:Puji)

Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di kawasan Landoh Kecamatan Sulang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pengelolaan sampah di Kabupaten Rembang belum diatur secara baik. Sampah masih sekadar dikelola dengan cara dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang ke tempat pembuangan akhir atau TPA. Padahal timbunan sampah yang bercampur air akan meresap ke dalam tanah dan mencemari air tanah.

Pemerintah sudah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Isu strategis di dalam dua aturan itu, mengamanatkan larangan pengelolaan sampah secara terbuka. Artinya pengelolaan sampah harus dimaksimalkan dengan 3R; reduce, reuse, dan recycle.

Anggota DPRD Kabupaten Rembang Jihad Asia Pustakawan berpendapat, Pemkab mestinya segera menerjemahkan aturan secara lebih detail dengan membuat Perda tentang Pengelolaan Sampah. Menurutnya, sampah yang ditimbul di kawasan permukiman, komersial, dan industri perlu diolah terlebih dahulu, sebelum masuk ke TPA.

Jihad menilai, pengelolaan sampah di Rembang masih bertumpu pada TPA. Sementara di TPA pun, mayoritas hanya ditumpuk begitu saja dan nyaris tanpa pengolahan sehingga berujung pada pencemaran.

Menurutnya, pola pikir masyarakat sebenarnya sudah mulai bergeser dengan mulai mau mengolah sampah, atau setidaknya memilahnya. Tempat sampah organik dan kimia mulai dibedakan dari bentuk atau warna tong. Siswa juga sudah diberikan pendidikan tentang membuang sampah.

Mestinya Pemerintah Kabupaten Rembang menyambutnya dengan lebih serius mengelola sampah, termasuk limbah. Keberadaan perda diperlukan sebagai dasar hukum untuk melangkah. Selain itu dengan perangkat hukum, pemkab bisa membuat semacam persyaratan tentang desain pengelolaan limbah bagi industri baru.

Kepala Bidang Kebersihan dan Drainase pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Rokhim mengaku belum berpikir menyusun perda pengelolaan sampah. Saat ini, dia tengah fokus merampungkan pembentukan unit pelaksana teknis pengelolaan limbah dan tempat pembuangan sampah. Selain sampah, UPT ini menangani juga limbah termasuk tinja.

Mengenai pengelolaan sampah dengan 3R, pihaknya bersama Badan Lingkungan Hidup sudah mengawalinya melalui lingkungan sekolah dan sejumlah desa di perkotaan, seperti Sawahan Kecamatan Rembang. Hanya Rokhim mengakui, pola pikir mengolah sampah oleh masyarakat, masih belum banyak bergeser. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan