Pengelola PSIR Defisit Rp400 Juta

Kamis, 19 April 2012 | 08:10 WIB


KOTA – PT Bina Putra Allam Persada (BPAP) menyatakan mengalami defisit Rp400 juta dalam mengelola PSIR. Meski demikian, perusahaan itu tetap menjamin kelangsungan PSIR dalam menjalani kompetisi musim ini.

“Kondisi pendanaan untuk PSIR sejauh ini masih aman, kendati ada defisit Rp400 juta. Gaji untuk para pemain juga sama sekali tidak ada kendala. Kami menjamin kelangsungan PSIR dalam mengikuti secara tuntas kompetisi musim ini dan musim-musim berikutnya,” ungkap Direktur Marketing PT BPAP, Wahyu Adi Hermawan, Kamis (19/4).

Menurut Adi, defisit tersebut antara lain terjadi akibat dualisme kepengurusan PSSI. “Ternyata, dualisme kepengurusan PSSI cukup berdampak pada pendapatan PSIR dari sponsor. Sejumlah sponsor enggan bekerjasama karena tidak yakin dengan kelangsungan kompetisi musim ini,” tandas dia.

Bahkan, ungkap dia, ada sejumlah klub Divisi Utama yang telah terang-terangan mengaku kehabisan ‘oksigen’ dalam mengarungi kompetisi musim ini. Mereka yang demikian justru klub-klub besar.

“Butuh waktu untuk meyakinkan para sponsor bahwa PSIR marketable. Sejak awal kami memahami itu. Karenanya, defisit pendanaan merupakan tantangan kami,” katanya.

Di sisa musim ini, kata Adi yang juga Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Rembang, pihaknya intensif menggarap kerja sama dengan perusahaan untuk memanfaatkan “corporate social responsibility (CSR)”-nya.

“Sejumlah perusahaan di Jakarta dan Surabaya terus kami lobi agar mau bekerja sama untuk mengembangkan PSIR,” tandas dia. (Puji)




One comment
  1. gondes

    April 19, 2012 at 8:57 am

    ya inilah watak khas para MAFIA Koruptor di Rembang. kalo mark up uang rakyat untuk sepakbola 2-3 Milyar aja tidak pernah mau ngaku, tapi kalo rugi yang belum jelas justrung itungannya aja sudah koar-koar di mana-mana kalo rugi.
    mbok coba tunjukan jiwa ksatria dikit, kan uang hasil korupsi dari berbagai sumber itu menumpuk tak terbatas jumlahnya.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan