Pengawal Ambulans Ditemukan Tewas Di Toilet SPBU

Jumat, 27 Januari 2012 | 04:56 WIB

SLUKE – Seorang petugas pengawal ambulans pengangkut jenazah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di salah satu toilet kawasan SPBU Leran, Kecamatan Sluke, Jumat (27/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, diduga karena serangan angin duduk ketika sedang buang air besar.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian, Jumat (27/1) pagi, petugas pengawal ambulans tersebut adalah Wawan Setyawan (40), warga Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Awalnya, ambulans bernomor polisi BE 2268 AZ mengangkut jenazah seorang warga Bangunrejo, Kabupaten Banyuwangi, Hendra Widoyoko (23) yang meninggal akibat kecelakaan saat bekerja di Desa Kroya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Armada yang dikemudikan Ahmad Syarifuddin (30) tersebut berangkat dari Lampung Selatan pada Rabu (25/1) pukul 18.30 WIB menuju Banyuwangi dan bermaksud untuk parkir sejenak dan istirahat di kawasan SPBU Leran, Kecamatan Sluke pada Kamis (26/1) malam pukul 00.00 WIB.

Saat itu, Wawan Setyawan mempersilakan sejumlah anggota keluarga Hendra yang turut menumpang di ambulans tersebut untuk beristirahat sejenak. Tak lama kemudian, Wawan pamit kepada Sudir, seorang petugas dari sebuah rumah sakit di Lampung Selatan yang juga turut dalam rombongan, hendak ke toilet.

Jam menunjukkan pukul 03.00 WIB, rombongan hendak melanjutkan perjalanan. Namun, Wawan belum juga nampak bergabung dengan rombongan. Sudir bergegas menengok Wawan ke toilet di SPBU.

“Saat hendak memastikan Wawan di toilet, saya justru mendapati dia tertelungkup tak bernyawa di kamar mandi. Di sebelahnya ada ceceran kotorannya. Mungkin dia terserang angin duduk atau masuk angin berat secara tiba-tiba,” kata Sudir.

Selama perjalanan, kata Sudir, Wawan sama sekali tidak mengeluh sakit, bahkan ia tergolong rajin mengingatkan anggota rombongan agar tidak sungkan meminta ambulans berhenti jika ingin mampir buang air.

“Karena itu, saat mendapati Wawan sudah tak bernyawa, kami segera menghubungi polisi,” kata dia.

Aparat dari Polsek Sluke dan Satreskrim Polres Rembang pun segera terjun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas selanjutnya membawa jenazah Wawan Setyawan dan rombongan dalam ambulans tersebut ke RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang AKP Mohammad Bahrin mengatakan dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh Wawan.

“Korban meninggal diduga mengidap penyakit atau terserang sejenis angin duduk secara tiba-tiba. Di tubuh korban, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan,” kata dia.

Setelah hasil visum menyatakan kematian Wawan bukan karena kekerasan, polisi dan rumah sakit setempat lantas memutuskan untuk memulangkan jenazah Wawan berikut sopir dan petugas pengawal dengan menggunakan ambulans yang sama kembali ke Lampung Selatan.

Sementara jenazah Hendra Widoyoko dioper ke mobil jenazah milik RSUD dr R Soetrasno untuk dipulangkan ke Banyuwangi. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan