Pemudik Ogah Singgahi Rest Area Pantura Rembang

Monday, 5 August 2013 | 15:01 WIB
sebagian pemudik lebih memilih beristirahat sejenak di tempat yang teduh di tepi bahu Jalan Pantura. (Foto:Rif)

Sebagian pemudik lebih memilih beristirahat sejenak di tempat yang teduh di tepi bahu Jalan Pantura. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Mayoritas pemudik Lebaran tahun ini ogah menyinggahi rest area di sepanjang Jalur Pantura Rembang. Padahal area istirahat itu ditempatkan di dekat markas kepolisian sektor, untuk menjamin keamanan pemudik ketika melepas lelah sejenak.

Berdasarkan pantauan reporter MataAir Radio pada Senin (5/8) pagi, sebagian pemudik lebih memilih beristirahat sejenak di tempat yang teduh di tepi bahu Jalan Pantura. Umumnya mereka mengaku sungkan singgah di rest area pada siang hari.

Mukti, pemudik dengan tujuan Pasar Turi Surabaya yang ditemui di tepi bahu Jalan Pantura wilayah Dusun Ngelak Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori mengaku, beristirahat karena capai setelah beberapa kali terjebak macet.

Menurutnya kemacetan parah arus mudik terjadi di ruas Cikampek-Karawang. Mukti dan delapan orang anggota keluarganya yang mudik tertahan di ruas itu selama enam jam. Setelah itu, masih terjebak lagi macet di Subang selama sejam. Arus mudik Lebaran, menurutnya mulai mencapai puncaknya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Sugino membenarkan, rest area tidak cukup diminati pemudik yang melintas pada siang hari. Namun menurutnya, tempat istirahat yang ada di dekat Polsek sepanjang Pantura relatif banyak disinggahi pada malam hari.

Dirinya menduga jika singgah pada siang hari, ada perasaan sungkan. Namun demikian, pihaknya selalu mengimbau pemudik agar memilih saja beristirahat di rest area yang ditentukan. Selain lebih aman, juga cenderung mudah diawasi.

Secara umum, arus mudik pada H-3 Lebaran mengalami lonjakan sebesar 30-40 persen dari hari sebelumnya. Arus mudik Lebaran mencapai puncaknya pada Senin 5 Agustus 2013.

Sementara itu, sampai dengan H-3 Lebaran, terpantau masih ada armada angkutan barang yang melintas. Namun mayoritas merupakan pengangkut sembako, salah satunya minyak goreng curah.

Pergerakan jumlah pemudik bersepeda motor sudah mencapai 5-6 kendaraan per menit atau melonjak dibandingkan H-4 Lebaran yang satu hingga dua kendaraan per menit. Lonjakan paling mencolok terlihat pada pemudik bermobil yang kini mencapai 7-8 kendaraan per menit. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan