Pemilih Tak Ber-NIK Diminta Urus Ulang Dokumen Kependudukan

Sabtu, 16 November 2013 | 14:10 WIB
Sejumlah pemilih yang diketahui tidak bernomor induk kependudukan diminta mengurus ulang dokumen kependudukan, seperti KTP dan Kartu Keluarga.

Sejumlah pemilih yang diketahui tidak bernomor induk kependudukan diminta mengurus ulang dokumen kependudukan, seperti KTP dan Kartu Keluarga.

REMBANG, MataAirRadio.net – Sejumlah pemilih yang diketahui tidak bernomor induk kependudukan diminta mengurus ulang dokumen kependudukan, seperti KTP dan Kartu Keluarga. Langkah itu untuk mengatasi masih adanya pemilih yang bermasalah karena nomor induk kependudukannya tidak valid.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang Daenuri yang dihubungi pada Sabtu (16/11) pagi mengaku sudah diajak untuk berkoordinasi oleh Komisi Pemilihan Umum kabupaten setempat. Kamis (14/11) kemarin, dia diundang KPU Kabupaten Rembang untuk membahas penanganan pemilih yang tidak ber-NIK.

Setelah pertemuan itu, pada Senin dan Selasa (19/11) depan, pihak Dinpendukcapil Rembang juga dipanggil oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta untuk membahas hal yang sama. Solusi sementara, KPU diminta mengerahkan kembali petugas pemutakhiran data pemilih untuk menemui warga yang NIK-nya kosong atau tidak valid.

Menurut Daenuri, kekosongan NIK bisa jadi karena petugas pantarlih yang tidak atau belum bertemu pemilih secara langsung. Jika memang NIK-nya tidak ada, pemilih yang demikian, agar mengurus ulang dokumen kependudukan. Daenuri menegaskan, kepengurusan ulang dokumen tersebut, tidak butuh waktu lama.

Seperti diketahui, dalam penetapan ulang DPT untuk kali ketiga pada 1 November kemarin, terkuak adanya 2.134 pemilih yang nomor induk kependudukannya tidak valid, paling banyak di Kecamatan Sarang dengan 982 orang.

Terkuak pula, 10.558 pemilih yang nomor kartu keluarganya juga tidak sahih, paling banyak pun di Kecamatan Sarang dengan 3.035 orang. Ketidakvalidan NIK dan NKK itu diketahui dari jumlah digit yang tidak mencapai 16 atau memang belum ada nomornya. Khusus untuk NKK, paling banyak disumbang dari warga pendatang yang belum punya KK.

Atas temuan tersebut, Komisioner KPU Kabupaten Rembang Maftuhin mengaku sudah menempuh beberapa langkah. Dia menyatakan, telah meminta setiap penyelenggara di tingkat desa untuk menyandingkan DP4 dengan DPT agar bisa menemukan NIK-nya.

Meski terdapat pemilih yang NIK dan NKK-nya tidak valid, KPU Kabupaten Rembang tetap memasukkannya ke dalam DPT. Karena pemilih ini secara faktual ada dan ditemui saat pendataan. KPU Rembang telah menetapkan 477.574 pemilih pada Pemilu 2014. Setelah ditetapkan, DPT akan diumumkan kepada masyarakat umum sampai dengan hari coblosan Pemilu, 9 April 2014. (Pujianto)




One comment
  1. mBah Kung

    November 17, 2013 at 2:22 am

    Pd salah satu Ponpes di kecamaan Sarang ada TPS yg isinya 1 kamar siswa ponpes tsb, jumlahnya 300-an orang. Lihat DPT Ds Karangmangu Kec Sarang…. Ada apa ini…?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan