Masih Ada 905 Pemilih Bermasalah di Rembang

Kamis, 5 Desember 2013 | 16:42 WIB
Ilustrasi. (Foto:Rif)

Ilustrasi. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Rembang mengaku sudah melakukan verifikasi data pemilih invalid yang ditemukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Namun dari 13.394 data pemilih yang invalid karena nomor induk kependudukannya tidak lengkap, masih ada 905 data pemilih yang bermasalah.

Kepala Dinpendukcapil Kabupaten Rembang Daenuri menyebutkan, data pemilih invalid paling banyak ditemui di Kecamatan Sarang dengan 694 orang, Rembang 131 orang, Sedan 118 orang, Sluke 58 orang, dan Sale 21 orang. Sebanyak 905 data pemilih yang masih bermasalah diserahkan kembali ke KPU untuk dilakukan pemutakhiran di daerah masing-masing.

Daenuri menerangkan, awalnya memang ada 13.394 data pemilih invalid yang dikirimkan KPU ke Dinpendukcapil untuk diurus nomor induk kependudukannya. Namun setelah disandingkan dengan sistem administrasi kependudukan, ada 7.417 yang bisa ditemui NIK-nya. Sisanya dimutakhirkan kembali oleh KPU melalui PPS di tingkat desa, namun ada 905 yang masih bermasalah.

Menurut Daenuri, masih ditemukannya pemilih bermasalah, antara lain karena pemilih yang bersangkutan adalah pendatang. Pada saat pendataan oleh KPU, yang menjadi acuan adalah mereka yang tinggal di lokasi setempat.

Sementara pada kasus seperti di Kecamatan Sarang, ada cukup banyak pesantren dan santrinya mayoritas pendatang. Mereka turut didata sebagai pemilih, namun NIK tidak ditemukan di Rembang. Demikian juga di kecamatan lain yang memiliki banyak pendatang.

Menyikapi data pemilih bermasalah itu, selain meminta kepada KPU agar kembali melakukan pemutakhiran, pihak Dinpendukcapil juga telah meminta bantuan kepada camat dan pemerintah desa untuk mengkroscek data pemilih bermasalah. Dia yakin, dalam kurun satu minggu, urusan NIK pada data pemilih di Rembang, sudah akan beres.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud membenarkan, masih ada 905 data pemilih bermasalah untuk Pemilu 2014 di kabupaten ini. Pihaknya mengaku tengah turun ke lapangan untuk kembali melakukan kroscek guna pengisian NIK. Menurut Suud, daftar pemilih bermasalah ditargetkan sudah beres pada 14 hari sebelum Pemilu 9 April 2014. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan