Pembebasan Belasan Hektare Lahan Embung Kaliombo Dikaji

Jumat, 27 September 2013 | 15:07 WIB

 

Rencana lokasi pembangunan embung kaliombo (panah merah)

Rencana lokasi pembangunan embung kaliombo (panah merah)

SULANG, MataAirRadio.net – Mimpi warga Desa Kaliombo Kecamatan Sulang dan sekitarnya untuk memiliki embung, akan segera menjadi kenyataan. Saat ini Pemerintah Kabupaten Rembang sedang mengkaji proses pembebasan tanah untuk pembangunan embung di Kaliombo.

Anggaran pembebasan tanah untuk embung akan diusulkan pada tahun 2014. Berdasarkan kajian desain yang telah selesai diproses, pembangunan Embung Kaliombo membutuhkan lahan seluas 14 hingga 16 hektare.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Sinarman mengatakan, pembebasan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten ini. Sedangkan tentang pembangunan fisik embung, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana mengaku siap mewujudkannya.

Sinarman juga menjelaskan, pembebasan lahan seluas tersebut tidak akan memakan area milik Perhutani KPH Mantingan. Nantinya, luas Embung Kaliombo akan hampir sama dengan Embung Jatimudo Kecamatan Sulang.

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang memperkirakan, kajian proses pembebasan lahan atau studi Larap akan selesai pada 2013 ini. Dan jika pada 2014 kebutuhan anggaran untuk pembebasan disetujui, maka pembangunan fisik embung sudah akan bisa dimulai pada 2015.

Sinarman menegaskan, pilihan untuk hanya membebaskan lahan milik rakyat, karena Pemkab Rembang tidak mau ribet dengan sejumlah urusan, mulai pengajuan izin ke Kementerian Kehutanan, Komisi Keamanan Bendung, hingga ganti tegakan pohon hutan.

Pihaknya berharap, semua tahapan yang kini sedang berjalan tidak menemui kendala. Begitu pembebasan lahan nantinya selesai, maka tak lama kemudian, pembangunan fisik embung akan dimulai.

Rencana pembangunan Embung Kaliombo sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2008 silam. Pemkab Rembang beberapa kali menunda pembebasan lahan dengan alasan belum tersedianya anggaran.

Awalnya, lahan genangan embung diperkirakan mencapai 53 hektare dan memakan sebagian lahan milik Perhutani KPH Mantingan. Namun karena ribet, pemkab merevisinya. Sejauh ini, Pemkab Rembang baru bisa membebaskan lahan seluas 1,4 hektare. Lahan yang dibebaskan itu untuk akses atau jalan masuk ke lokasi embung. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan