Pembahasan Perda Baru Pilkades Ditarget Tuntas Seminggu

Jumat, 16 Agustus 2013 | 16:26 WIB
Pembahasan raperda perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tidak boleh molor. (Foto:JibiPhoto)

Pembahasan raperda perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tidak boleh molor. (Foto:JibiPhoto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pembahasan rancangan peraturan daerah tentang perubahan perda mengenai Pilkades ditarget tuntas dalam waktu seminggu oleh DPRD Kabupaten Rembang. Hal itu lantaran tidak banyak ketentuan yang bakal diubah di aturan yang baru.

Jumat (16/8) pagi, jadwal pembahasan raperda tersebut diputuskan mulai dilakukan 26 Agustus 2013. Ketua Badan Legislasi DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso mengaku sudah melakukan rapat dengan komisi terkait.

Pembahasan raperda diyakininya tidak memerlukan waktu lama karena tidak lebih dari empat item yang akan diubah, salah satunya mengenai syarat administrasi pencalonan kepala desa. Selain itu, pembahasan raperda ini juga tidak membutuhkan studi banding. Meski demikian dengar pendapat dengan tokoh masyarakat tetap diperlukan.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Asnawi juga mengatakan, pembahasan raperda perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tidak boleh molor. Sebab, DPRD sudah satu suara, Pilkades mendatang sudah menggunakan ketentuan baru.

Senada dengan Ketua Badan Legislasi, Asnawi menilai tidak akan butuh waktu lama untuk membahas raperda tersebut. Studi banding juga tidak perlu lagi karena waktunya sudah mendesak dan substansi perubahannya tidak banyak.

Dirinya tidak menyebutkan secara jelas item yang akan diubah, namun diantaranya adalah persyaratan ijazah calon kades dan sistem pemungutan suara. Ia berharap jadwal pembahasan tidak mundur dari jadwal.

Seperti diketahui, mayoritas desa di Kabupaten Rembang akan menggelar Pilkades pada November mendatang. Ada 251 desa yang akan menyelenggarakannya secara serentak. Namun pelaksanaannya dibagi dalam tiga zona; timur, tengah, dan barat. Pilkades digelar secara serempak mulai 12-14 November mendatang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan