Pelebaran Pantura Kaliori Korbankan Jalur Hijau

Sabtu, 28 April 2012 | 11:59 WIB


KOTA – Jalur hijau sepanjang sekitar satu kilometer di pantura Kaliori akan dikorbankan menyusul rencana proyek pelebaran ruas jalur itu hingga sebelas meter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni, Selasa (24/4) pekan lalu menyebutkan, jalur hijau di sebelah selatan akan dibongkar. Begitu juga dengan median jalan yang menjadi pembatas jalur lambat dan jalur cepat. Tanaman palem yang ada di median jalan pun akan dibersihkan.

Meski jalur hijau dibongkar, kelak jalur lambat untuk kendaraan roda dua dan sepeda akan tetap dibuat. Dari jalur selebar sebelas meter, tujuh meter ditengah akan dibeton untuk kendaraan roda empat dan kendaraan berat.

“Sedangkan dua meter di kedua sisinya, menurut informasi akan digunakan untuk jalur lambat dengan lapisan aspal. Konstruksinya persis seperti yang ada di Juwana-Pati,” kata Hamzah.

Sekda mengatakan, proyek pelebaran jalur itu sangat dinantikan untuk menjamin kelancaran arus kendaraan di jalur Pantura Rembang. Apalagi jalur pantura dari kaliori hingga Sarang sebagian besar sudah dilebarkan.

“Proyek pelebaran jalan itu pun bisa menekan tingkat ketersendatan arus lalu lintas di kawasan perbatasan Rembang dan Pati,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kerusakan saluran tambak di pinggir jalur pantura Desa Tasikharjo akibat proyek pelebaran jalan, Hamzah menyatakan kerusakan itu hanya bersifat sementara. Setelah proyek rampung, saluran tambak akan kembali ditata.

“Di tata sekarang pun percuma karena proyek sedang berlangsung. Kami sudah berkoordinasi dengan pelaksana proyek agar memperhatikan hal tersebut, apalagi petani garam biasanya sudah mulai turun ke tambak pada awal Mei,” ungkapnya.

Penggarapan fisik pelebaran jalur pantura diperbatasan Rembang-Pati itu kini sudah mulai dilakukan. Hamzah meminta warga mnedukung proyek tersebut demi kepentingan bersama.

Sementara itu, aparat Satlantas Polres Rembang mengantisipasi potensi kemacetan akibat proyek tersebut dengan menyiapkan sejumlah jalur alternatif. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan