Pelaut Asal Pandangan Wetan Mati di Kapal Taiwan

Sabtu, 14 September 2013 | 14:20 WIB

 

Ilustrasi (Foto:m.ruvr.ru)

Ilustrasi (Foto:m.ruvr.ru)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Seorang pelaut asal Indonesia yang bekerja untuk sebuah kapal milik Taiwan dilaporkan meninggal dunia saat berlayar. Pelaut itu adalah warga RT 1 RW 1 Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan bernama Darsono, berusia sekitar 34 tahun.

Meski kematian Darsono alias Icuk sudah lebih dari seminggu, hingga Sabtu (14/9) pagi, jenazahnya belum tiba di Indonesia. Namun pihak desa kini sudah diminta melakukan penjemputan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Eko Sugeng Waluyo, salah satu penjemput menuturkan, sebelum meninggal dunia, Darsono sempat dilaporkan sakit. Belum diketahui jelas penyakit yang diderita Darsono.

Yang bersangkutan beberapa kali pulang ke kampung halamannya. Terakhir, dia bekerja di sebuah kapal Taiwan dan tengah berlayar ke Afrika.

Eko juga menuturkan, jenazah Darsono dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar jam tiga sore. Setelah administrasi pengurusan selesai, jenazah akan dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulans dari Jakarta.

Dari informasi sementara yang diterima pihak desa, Darsono akan mendapat santunan dan klaim asuransi dari perusahaan kapal dimana dia bekerja. Terkait dengan besarnya santunan, Eko Sugeng yang merupakan Kades Pandangan Wetan, mengaku tidak mengetahuinya.

Darsono tercatat memiliki istri dan belum memiliki tanggungan anak. Pihak keluarga kini tengah menanti jenazah anggota keluarga mereka itu.

Agus Mursidi, salah satu teman Darsono di kampung halaman menuturkan, yang bersangkutan terkenal pendiam. Kabar kematian Darsono cukup mengagetkannya. Jenazah rekannya itu dikabarkan sampai di rumah duka pada Minggu (15/9) pagi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan