Main Hp Saat Berkendara, Dua Pelajar Tewas Kecelakaan

Selasa, 17 September 2013 | 12:45 WIB
Bus PO Wiji bernomor polisi S7558 UJ yang dikemudikan Maryadi (47).  (Foto:Rif)

Bus PO Wiji bernomor polisi S7558 UJ yang dikemudikan Maryadi (47). (Foto:Rif)

LASEM, MataAirRadio.net – Gara-gara berkendara sambil mengoperasikan ponsel, dua orang remaja yang masih berstatus sebagai pelajar tewas kecelakaan di Jalur Pantura dekat TPI Bonang, Senin (16) sekitar jam lima sore.

Keduanya adalah Eka Alfandi (14), warga Babagan Cipare Bandung dan Misbakhun Niam (14), warga Desa Jurangjero Kecamatan Sluke. Dua remaja ini berboncengan mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Smash bernomor polisi K6046PD.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, Eka menyetir, sedangkan Niam membonceng. Korban yang masih berseragam madrasah tsanawiyah itu melaju dari arah Sluke bermaksud menuju Lasem. Eka Alfandi tercatat sebagai salah satu santri di Pondok Pesantren Al Aziz Ngemplak Lasem.

Sesampainya di lokasi kejadian, korban menyalip truk yang melaju di depannya. Namun dari arah berlawanan, melaju bus PO Wiji bernomor polisi S7558 UJ yang dikemudikan Maryadi (47), warga Kelurahan Warujayeng Tanjunganom Nganjuk, Jawa Timur. Lantaran jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail mengatakan, sopir bus sempat mengamankan diri dari amuk massa ke Polsek Sluke sesaat setelah kecelakaan. Namun, polisi kemudian mengamankannya ke Pos Satlantas di Lasem.

Iptu Muhammad Ismail juga mengatakan, hingga Selasa (17/9) siang, sopir bus masih diperiksa di Pos Satlantas Lasem. Polisi belum akan menetapkannya sebagai tersangka, meski yang bersangkutan menjadi salah satu penyebab meninggalnya kedua remaja tersebut.

Satlantas Polres Rembang mengakui, Jalur Pantura mulai Binangun hingga Bonang Lasem rawan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, polisi meminta pengguna jalan untuk memastikan jarak aman ketika menyalip.

Selain itu, para pemakai jalan juga diimbau agar tidak mengoperasikan ponsel ketika berkendara atau mengemudi. Imbauan dari polisi sudah seringkali disampaikan, baik kepada pengguna jalan secara langsung maupun melalui sosialisasi di sekolah-sekolah.

Sementara itu, seusai disemayamkan sementara di RSI Arafah Rembang, jenazah dua korban tewas tersebut langsung diurus pihak keluarga untuk dimakamkan. Jenazah Eka Alfandi pun dibawa ke Bandung setelah pihak pesantren berkomunikasi dengan keluarga korban. (Pujianto)




One comment
  1. lukman hidayat

    September 18, 2013 at 3:07 pm

    tindakan pak polisi sudah bagus ,dengan sosialisasi tidak boleh mengoperasikan hanphone saat berkendara karena akan membahayakan jiwa pribadi dan orang lain,konsentrasi terpecah saat berkendara,buat pemerintah daerah harusnya memperlebar lagi jalur arah bonang dan sekitarnya,karena jalan yang sempit dan menikung rawan terjadinya kecelakaan,serta gelombang jalan yang masih di temui

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan