Pekerja Anak dari Rembang Rawan KDRT

Rabu, 20 November 2013 | 17:40 WIB
Ilustrasi Hari Anak Internasional.

Ilustrasi Hari Anak Internasional.

REMBANG, MataAirRadio.net – Peringatan Hari Anak Internasional yang jatuh setiap 20 November menyisakan persoalan terkait masih maraknya pekerja anak di sektor rumah tangga. Pekerja anak di sektor ini rawan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Manajer Plan Indonesia Unit Rembang Endang Suprapti menengarai, banyak dari anak yang baru lulus pendidikan menengah pertama memilih bekerja ke luar kota. Mayoritas mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sebagian bekerja di Rembang sendiri, namun banyak juga yang ke luar daerah seperti Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Endang, perlindungan terhadap mereka perlu dipertanyakan. Pekerja anak mestinya bekerja di bawah delapan jam. Namun di sektor rumah tangga, mereka bisa saja dipekerjakan di luar kapasitasnya. Parahnya, belum semua rumah tangga memahami hak-hak dan perlindungan anak.

Endang juga mengatakan, pekerja anak dari Rembang cenderung tidak memiliki keterampilan yang cukup, terutama di sektor rumah tangga. Bisa jadi, mereka ini malah tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumahnya sendiri.

Berdasarkan pengamatannya, pekerja anak yang nekat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar daerah hanya berbekal “bondo nekat”. Padahal, minimnya keterampilan dalam mengurus pekerjaan rumah tangga, bisa memicu ketidakpuasan bagi tuan rumah atau majikan.

Akibatnya, para pekerja anak rentan dengan risiko kekerasan dalam rumah tangga. Sudah banyak contoh pekerja anak yang mendapat perlakuan buruk dari majikan. Para tuan rumah ini hanya berpikir, mereka sudah dibayar sehingga mestinya bekerja sebaik mungkin.

Belakangan, Plan Indonesia Unit Rembang merintis program pemberdayaan ekonomi kaum muda. Program ini untuk menjembatani anak yang baru lulus sekolah agar siap ke dunia kerja. Mereka dilatih cara melamar pekerjaan, terutama pekerjaan yang aman.

Pekerjaan aman yang dimaksud adalah yang menyediakan ikatan kontrak tentang hak dan kewajiban yang jelas, gaji setidaknya sesuai dengan UMK, dan memiliki perlindungan sosial seperti jamsostek. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan