Pejantan Langka, Akseptor IB Melonjak

Rabu, 26 September 2012 | 07:35 WIB
Petugas tengah melakukan inseminasi

Sulang, mataairradio.net – Akseptor inseminasi buatan (IB) di Kecamatan Sulang, meningkat dalam tiga bulan terakhir. Salah satu faktor penyebabnya, semakin langkanya pejantan dewasa.

Demikian dikatakan salah seorang petugas inseminator Sulang III, Saadi, Rabu (26/9).

“Akseptor IB meningkat seiring semakin langkanya pejantan dewasa. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk mendapatkan turunan sapi yang bernilai jual tinggi juga semakin tinggi,” katanya.

Saadi menambahkan, sebelumnya, rata-rata perbulan akseptor di wilayah tugasnya hanya berkisar 100-150 saja. “Namun tiga bulan terakhir, perbulan rata-rata kami mengahabiskan 200 straw (semen beku yang dikemas dalam pipa plastik) untuk keperluan inseminasi di wilayah Sulang III,” tambahnya.

Dari 200 straw tersebut, tambahnya lagi, simental dan limousin merupakan yang paling banyak diminati. “Prosentase mencapai 75 persen. Selebihnya jenis lokal, Brahman,” tambahnya.

Hal sama juga diktakan petugas inseminator Sulang I, Hariyanto. Ia mengaku, setiap bulan tidak kurang 500 straw ia habiskan untuk melayani akseptor.

“Jumlah akseptor terus mengalami kenaikan seiring semakin stabilnya harga sapi di pasaran,” terangnya.

Diterangkannya, untuk Kecamatan Sulang, terbagi menjadi tiga wilayah inseminasi, yang masing-masing wilayah terdapat seorang petugas inseminator.

“Pembagian ini untuk memberikan pelayanan secara cepat dan maksimal kepada masyarakat yang tersebar di penjuru desa,” tambahnya.

Wilayah Sulang I meliputi;Desa Sulang, Jatimudo, Tanjung, Kemadu, Pomahan, Rukem, Korowelang, Kaliombo. Sulang II;Pragu, Karangsari, Seren, Pedak, Kebonagung. Sulang III;Landoh, Glebeg, Kunir, Kerep, Bogorame, Pranti.

Untuk mendatangkan petugas inseminator, masyarakat bisa mengontak langsung petugas atau melalui katib (juru panggil petugas inseminator) yang tersebar di setiap wilayah dukuhan. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan