Pedagang Kios Eks Stasiun Keluhkan Drainase Terminal

Kamis, 16 Februari 2012 | 09:53 WIB

KOTA – Sejumlah pedagang di kawasan eks Stasiun Rembang mengeluhkan tidak berfungsinya drainase sekitar terminal C di kompleks setempat, setelah belum lama ini mereka juga memprotes kenaikan retribusi sewa kios di wilayah itu.

Salah seorang pedagang, Mustofa, Kamis (16/2), menyebutkan kondisi di depan toko yang berjajar di kawasan eks Stasiun Rembang seringkali terlimpasi air berasal dari genangan ketika turun hujan.

“Penyebab utamanya adalah tidak lagi berfungsinya saluran air atau drainase sekitar terminal sehingga begitu hujan turun air melimpas hingga emperan toko,” kata dia.

Selain sistem drainase, lanjut dia, pedagang juga meminta fasilitas lain di Stasiun Rembang seperti aspal halaman terminal, diperbaiki. “Aspal halaman eks stasiun ini sudah banyak berlubang,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang, Suyono yang didampingi Kabid Lalu Lintas Moh Sofyan dan Kepala Terminal C Rembang Giri Wiratno mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk memperbaiki kebersihan dan ketertiban di Terminal C Rembang.

Namun, pihaknya mengaku mengalami kesulitan akibat gorong-gorong besar yang menampung air limpahan dari eks Stasiun Rembang mampet.

“Kami juga tidak bisa membongkar gorong-gorong lagi karena di atasnya sudah tumbuh bangunan-bangunan. Kami akan berkoordinasi dengan dinas instansi terkait untuk mengatasi permasalahan ini,” kata dia.

Ia juga mengatakan semestinya di atas gorong-gorong itu tidak boleh didirikan bangunan. “Kami sendiri juga kebingungan karena bangunan tersebut berdiri diduga tanpa izin dari dinas/instansi terkait,” kata dia.

Ia menambahkan pendirian bangunan baru itu sudah terjadi sebelum pengelolaan eks Stasiun dan Terminal C Rembang ditangani Dishubkominfo. “Kami berharap ada kesadaran dari penghuni kios untuk tidak menambah bangunan baru di samping kios yang sudah ada,” kata dia meminta.

Terkait fasilitas terminal yang rusak, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas/instansi terkait untuk memperbaikinya.

Namun, ia juga meminta pedagang memberikan kontribusi berupa pembayaran retribusi yang teratur dan menjaga fasilitas yang ada di stasiun. “Tanpa adanya retribusi dan penjagaan fasilitas dari pedagang, sarana prasarana yang kami perbaiki juga tidak akan bertahan lama,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan