Pedagang Keluhkan Bakul Liar Di Luaran Pasar

Rabu, 23 Mei 2012 | 08:23 WIB


KOTA – Para pedagang di kios dalam Pasar Kota Rembang mengeluhkan keberadaan sejumlah bakul yang berjualan secara liar di kawasan luar pasar tersebut karena dinilai mengganggu dan memengaruhi omzet penjualan barang dagangan mereka.

Seorang pedagang di kios dalam Pasar Kota Rembang, Yono (40), Rabu (23/5) mengaku sangat dirugikan dengan keberadaan para bakul yang berjualan di luar kawasan pasar hingga menumpahi jalan.

“Jenis dagangan mereka hampir semua sama dengan yang dijual oleh para pedagang di kios dalam. Akibatnya, sebagian besar pembeli memilih tidak repot-repot masuk ke dalam untuk berbelanja. Cukup di luar saja,” terang Yono yang pedagang buah asal Mondoteko itu.

Berdasarkan pantauan, sejumlah pedagang memang menumpahi areal luar Pasar Kota Rembang terutama di sisi sebelah utara pasar tersebut, bahkan hingga memakan hampir separuh badan jalan setempat.

Sejumlah pedagang tersebut diduga merupakan pedagang baru yang baru mulai berjualan setelah pasar tersebut terbakar pada September 2011 lalu.

Selain bakul buah, penjual sayur dan bumbu dapur serta daging ayam, juga cukup mudah ditemui di kawasan luar sebelah utara pasar sehingga menyita perhatian pembeli yang hendak masuk pasar.

“Kalau sudah seperti ini kami harus mengadu ke siapa. Mestinya pemerintah kabupaten segera tanggap dengan hal ini,” tandas Yono.

Pedagang lainnya, Titik menambahkan, keberadaan bakul-bakul liar yang memenuhi pinggiran sebelah utara pasar memang membuatnya merugi.

“Selain tingkat pembelian terhadap dagangan kami yang menurun, kami pun membayar retribusi yang besarnya lebih mahal daripada mereka,” kata dia yang pedagang daging.

Ia menyebutkan, pedagang di kios dalam Pasar Kota Rembang membayar retribusi Rp200 per meter, sedangkan mereka yang berjualan di luaran tidak jelas ke mana membayar retribusinya dan jumlahnya diyakini lebih murah.

“Kami berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk melakukan penertiban agar kerugian para pedagang tidak berlarut-larut,” tegas Titik.

Sementara itu, seorang pedagang buah yang berjualan di areal luar Pasar Kota Rembang, Yatmi (40), menyatakan mengetahui ada larangan berjualan di kawasan tersebut.

“Namun, karena dituntut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga di rumah, kami tetap nekat berjualan. Kami butuh makan. Toh, selama ini juga tidak ada penertiban,” terang dia yang mengaku berasal dari Juana, Pati.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Rembang Muntoha mengatakan, nantinya akan dilakukan verifikasi pedagang yang berjualan di luar areal pasar.

Hanya saja, verifikasi ini masih menunggu tuntasnya pengerjaan revitalisasi kios pasar. “Saat ini penertiban memang belum dilakukan karena pedagang yang menempati kios belum sepenuhnya dipindahkan. Setelah revitalisasi rampung, pedagang menempati kiosnya, nanti akan kami tertibkan pedagang yang nekat berdagang di luar areal pasar,” katanya. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan