Warga Pesimistis Paving Sale-Tahunan Awet

Selasa, 9 Juli 2013 | 15:42 WIB

Belum genap tiga bulan sudah rusak. dimanfaatkan,

SALE, MataAirRadio.net – Sebagian kalangan warga di Kecamatan Sale mengaku pesimistis peningkatan jalan ruas Sale-Tahunan dengan pemavingan bakal awet lama.

Saat ini saja, banyak titik paving yang amblas, padahal umur proyek peningkatan jalan belum genap tujuh bulan. Warga menilai, proyek senilai lebih dari Rp3,3 miliar itu dikerjakan secara asal-asalan.

Jupri, seorang warga setempat yang ditemui pada Selasa (9/7) pagi mengatakan, tingkat kualitas pengerjaan tidak mencerminkan besarnya anggaran.

Bahkan, paving tersebut dianggapnya hanya akan mampu bertahan baik hingga akhir bulan ini. Sebab, titik amblas setiap hari jumlahnya bertambah.

Sudaeri, warga lainnya juga menilai, dengan anggaran sebanyak itu, mestinya peningkatan jalan bisa lebih baik dari yang dikerjakan pada saat ini.

Hasil pengerjaan proyek tersebut menurutnya terlalu buruk, sehingga ketika ada kendaraan berat seperti truk melintas, paving gampang amblas. Pantasnya, proyek tersebut lebih terlihat sebagai pembuatan trotoar jalan.

Sebagaimana diberitakan, pada Maret lalu sudah ada 73 titik paving yang amblas. Saat itu proyek baru sekitar tiga bulan sebelumnya terselesaikan.

Raharja, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang belum mau berkomentar. Namun, ia pernah menyatakan bahwa proyek jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan rekanan hingga bulan Juni 2013.

Proyek peningkatan jalan ruas Sale-Tahunan, dikerjakan oleh PT Duta Rama yang beralamatkan di Jalan Kelintang Baru II Kaveling 45 Surabaya. Proyek itu dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Rembang. (Ilyas al-Musthofa)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan