Sempat Bermasalah, Paviliun Kartini RSUD Rembang Diluncurkan

Senin, 22 Juli 2013 | 14:49 WIB
Paviliun Kartini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno. (Foto:Rif)

Paviliun Kartini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Paviliun atau bangunan tambahan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang secara resmi diluncurkan, Minggu (21/7) petang. Padahal, bangunan tersebut sempat disebut bermasalah dari sisi konstruksi oleh Polres Rembang. Bahkan sampai dengan saat ini, status penyidikannya belum dihentikan.

Juru Bicara RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro menjelaskan, paviliun baru yang diberi nama Kartini itu digunakan untuk layanan rawat jalan dan inap kelas VIP, dan medical chek up atau pemeriksaan kesehatan. Sampai dengan diluncurkan, paviliun tersebut memiliki tiga lantai dari empat lantai yang direncanakan.

Namun saat ini, bangunan lantai dua masih digunakan untuk menampung pasien rawat inap kelas III karena ruangan di bagian dalam tidak mencukupi. Mestinya, bangunan lantai dua digunakan untuk rawat jalan VIP. Sementara lantai tiga dan empat nantinya untuk rawat inap VIP.

Giri yang merupakan Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD tersebut mengakui, selama ini, ruangan VIP yang ada di paviliun tidak penuh terus. Jika dirata-rata paling tujuh hingga sepuluh kamar tidur yang ditempati atau hanya sekitar 50 persen.

Layanan ruangan VIP RSUD dr R Soetrasno Rembang bertarif Rp200.000 per malam. Tentu saja, sasaran penghuninya adalah masyarakat kelas menengah ke atas.

Sementara berkaitan dengan layanan medical chek up, pihak rumah sakit mengklaim sudah bisa melayani semua kebutuhan pemeriksaan kesehatan. Terkait sejumlah anggota DPRD yang tidak memanfaatkan RSUD untuk medical chek up, Giri berdalih itu karena rujukan dari pihak asuransi.

Bupati Rembang Mochammad Salim yang hadir dalam peluncuran paliviun tersebut meminta doa dari sekitar 152 anak yatim yang diundang agar pembangunan dan penyelesaian bangunan paviliun nantinya tidak ada halangan.

Menurutnya, Paviliun Kartini merupakan salah satu bangunan rumah sakit yang cukup monumental di Kabupaten Rembang, supaya ada yang bisa dibanggakan. Terkait dugaan permasalahan dalam pembangunan paviliun tersebut, pihaknya sudah melakukan klarifikasi dan dari hasil temuan BPK tidak ada masalah. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan