Pasien JKRS Merasa Dianaktirikan RSUD

Senin, 1 Oktober 2012 | 07:40 WIB
Salah seorang pasien sedang menjalani perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Kualitas pelayanan kepada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang kembali dikeluhkan.

Setelah keluhan seputar ketersediaan ambulans yang tak memadai, kali ini kunjungan dokter ke pasien yang dirawat dengan jaminan pemerintah yang disoal.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Rembang, A Maskur Rukani, Senin (1/10), mengungkapkan, banyak laporan kekecewaan dari pasien atas kualitas pelayanan rumah sakit pelat merah itu.

“Belakangan terkait ‘visit’ dokter ke pasien yang disoal. Keluhan banyak dilontarkan pasien atau keluarga pasien kepada kami, terutama pelayanan terhadap mereka yang dirawat di kamar kelas III atau yang dirawat dengan jaminan JKRS atau Jamkesmas,” bebernya.

Mengutip pernyataan salah seorang pasien yang mengadu kepadanya, Maskur mengatakan, dokter hanya menghampiri pasien untuk sesaat (terlalu singkat, red.) dan cenderung tidak memberikan ruang pasien berkonsultasi.

“Lantaran terkesan cuek, maka baik pasien maupun keluarga pasien menjadi tidak berani bertanya ke dokter yang bersangkutan. Saya sendiri pernah memergoki kejadian yang demikian,” ungkapnya.

Tak hanya itu, imbuh Maskur, dokter juga tidak selalu datang tepat waktu dalam memberikan kunjungan kepada pasien yang ongkos perawatannya ditanggung pemerintah itu.

“Saya yakin rumah sakit memiliki standar dalam melayani semua pasien. Saya berharap standar itu diterapkan utuh. Jangan sampai pasien yang dirawat dengan JKRS atau Jamkesmas selalu merasa seperti dianaktirikan,” tandasnya.

Dikonfirmasi mengenai keluhan tersebut, Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Giri Saputra, membantahnya.

“(Soal kualitas pelayanan kunjungan dokter yang dikeluhkan) Itu tidak benar. Dokter selalu datang tepat waktu. Jelas ada rentang waktu untuk berjalan antarkamar dan itu tidak bisa dikatakan terlambat,” katanya.

Mengenai kesempatan pasien untuk berkonsultasi, kata Giri, dokter pun memberikannya. “Bagi pasien lama, ‘visit’ akan berlangsung singkat karena dokter hanya sekadar melihat perkembangannya,” katanya.

“Namun bagi pasien baru, ‘visit’ akan berlangsung lebih lama karena butuh pemeriksaan lebih menyeluruh,” sambungnya berkilah.

Giri pun menyatakan pihak rumah sakit tidak pernah membedakan apalagi menganaktirikan pasien yang dirawat dengan JKRS atau Jamkesmas.

“Semua pasien bayar. Bedanya hanya pada keluar dari kantong mana. Kantong pribadi atau pemerintah (JKRS atau Jamkesmas) atau pihak asuransi,” pungkasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan