Komunitas NgisorWaru Bangun Panti Asuhan Anak Yatim

Kamis, 28 Maret 2013 | 19:29 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan panti asuhan anak yatim di Desa Sugihan (Foto:Puji)

Peletakan batu pertama pembangunan panti asuhan anak yatim di Desa Sugihan (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Komunitas NgisorWaru melakukan peletakan batu pertama pembangunan panti asuhan anak yatim di Desa Sugihan Kecamatan Kota Rembang, Kamis (28/3) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Acara peletakan batu pertama pembangunan panti asuhan bagi anak yatim putra pagi itu dihadiri oleh para pendiri, penasehat, sejumlah penyantun, serta Kepala Desa Tasikagung Supolo.

Sekretaris Komunitas NgisorWaru Haji Umadin yang berbicara mewakili ketua komunitas, Muhammad Sholeh kepada reporter MataAir Radio mengatakan, meski membangun panti asuhan, namun santunan bagi 300 anak yatim yang biasa disalurkan per bulan masih akan tetap berjalan.

Bahkan, setelah pembangunan panti asuhan yang di Desa Sugihan ini selesai, Komunitas NgisorWaru berencana kembali membangun panti asuhan serupa namun untuk anak yatim putri di Desa Tasikagung kecamatan setempat.

Haji Umadin berharap pembangunan panti asuhan yang berdiri di atas lahan seluas 1.444 meter persegi itu akan selesai dalam kurun satu tahun. Ia menyebutkan, pembangunan gedung panti asuhan tersebut direncanakan menelan anggaran hingga satu miliar rupiah.

Pihaknya juga berharap partisipasi dari masyarakat baik dukungan moril maupun materiil. Ia menegaskan, saat sudah selesai terbangun nanti, panti asuhan tetap akan menggunakan nama NgisorWaru.

Seperti diketahui, NgisorWaru adalah nama komunitas sosial yang terbentuk dari sekadar cangkrukan di kedai kopi di Desa Tasikagung Kecamatan Rembang.

Penasehat Komunitas Ngisor Waru, KH Ahmad Nawawi Kholil menandaskan, yatim piatu perlu diupayakan tetap mengenyam pendidikan dan untuk membantu mereka tidak sulit karena tinggal menyisihkan sebagian dari uang belanja yang kurang bermanfaat untuk mereka. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan