Pancaroba Tebar Ancaman Infeksi Saluran Pencernaan

Selasa, 20 Maret 2012 | 08:59 WIB


KRAGAN – Musim pancaroba seperti sekarang ini rentan menebar ancaman infeksi saluran pencernaan, apalagi di tengah kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan oleh sebagian warga Kecamatan Kragan, kata dokter Ali Syofii.

“Infeksi saluran pernafasan dan pencernaan adalah dua penyakit yang rawan di musim pancaroba seperti sekarang. Kami minta warga mewaspadainya dan agar tidak membiasakan buang air besar sembarangan seperti yang banyak ditemui sekarang,” kata Kepala Puskesmas Kragan II ini, Selasa (20/3).

Menurut dia, virus atau kuman dari tinja yang dibuang sembarangan akan mudah dibawa terbang oleh angin dan selanjutnya masuk ke tubuh manusia. “Terlebih, belakangan ini, angin bertiup cukup kencang sehingga memudahkan kuman bertebaran,” kata dia.

Disebutkan, dari sejumlah pasien yang sedang menjalani rawat inap di Puskesmas Kragan II, sebagian besar merupakan penderita infeksi saluran pernafasan dan pencernaan.

“Untuk pasien demam berdarah dengue, pada tahun ini lumayan berkurang drastis. Kecamatan Kragan bahkan mulai jarang ditemui penderita DBD. Namun, pasien penyakit itu masih kami tangani beberapa dari Kecamatan Sarang,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau warga agar mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue (DBD), menyusul ketidaktentuan cuaca belakangan ini.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Terjan, Abdul Hadi mengatakan imbauan membuang air besar tidak secara sembarangan sudah sering kali disampaikannya kepada warga.

“Namun, beberapa warga memilih tetap buang air besar (BAB) sembarangan di kali atau kebun mereka. Soal imbauan, kami tetap terus sampaikan, termasuk bahaya BAB sembarang,” kata dia.

Keberadaan MCK, bantuan dari Pemerintah pun, kata dia, masih belum digunakan secara optimal oleh warga. “Ini soal budaya, sehingga untuk mengikisnya perlu waktu,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan