Simpan 15 Paket Sabu dalam Songkok, Tukang Kayu Dibekuk

Wednesday, 18 September 2013 | 15:37 WIB
15 paket sabu-sabu yang diamankan masing-masing seberat 0,5 gram,  uang tunai Rp1,06juta dan satu unit ponsel dari tangan tersangka. (Foto:Puji)

Polisi berhasil mengamankan 15 paket sabu-sabu yang masing-masing seberat 0,5 gram, uang tunai Rp1,06juta dan satu unit ponsel dari tangan tersangka. (Foto:Puji)

LASEM, MataAirRadio.net – Dua warga Kecamatan Lasem yang berprofesi sebagai tukang kayu dibekuk aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang setelah tertangkap tangan bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu dan menyimpan 15 paket barang haram tersebut di lipatan songkok atau peci.

Kedua tersangka yang ditangkap pada Selasa (17/9) malam itu adalah AGS alias Yong (57), warga Desa Soditan dan ADR alias Yanto (40), warga Bean Desa Gedongmulyo. Keduanya ditangkap di rumah Yong setelah melalui serangkaian proses pengintaian cukup lama.

Saat digeledah, Yong yang pernah terjerat kasus serupa pada 2007, ternyata menyimpan 15 paket sabu tersebut di dalam songkok yang ditaruh di ata lemari kamarnya. Yong juga menyimpan bong sabu dengan cara membenamkannya dalam tanah di kamar setempat.

Kasatres Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengungkapkan, 15 paket sabu-sabu yang diamankan masing-masing seberat 0,5 gram. Menurut keterangan tersangka, harga per paket sabu-sabu ini mencapai Rp700.000. Polisi juga mengamankan uang tunai Rp1,06juta yang diduga hasil penjualan sabu-sabu dan satu unit ponsel dari tangan tersangka.

AKP Bambang mengaku belum bisa memastikan peran dari kedua tersangka ini, apakah sekadar pengedar atau juga pengguna paket haram tersebut. Polisi masih mengembangkan kasus ini, sehingga kedua tersangka ditahan di sel Mapolres Rembang.

Mengenai dugaan tersangka lain pada jaringan Yong dan Yanto, pihak Kepolisian Resor Rembang masih akan mendalaminya. Sangat mungkin kedua terlibat dalam jaringan yang lebih besar. Namun, Kasatres Narkoba belum mau menyimpulkannya.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara serta denda minimal Rp800ribu dan maksimal delapan miliar rupiah.

Belakangan, Kabupaten Rembang diduga menjadi sasaran peredaran narkoba. Sebelumnya pada Senin malam 20 Mei silam, Polres Rembang menangkap Jefri Santoso alias Ucruk, warga Wates Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori. Ucruk diduga merupakan pengedar sabu-sabu ke kalangan remaja di kabupaten ini. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan