Sering Padam, Dua Desa Ingin “Cerai” dari PLN Rembang

Selasa, 12 November 2013 | 16:33 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SALE, MataAirRadio.net – Warga Desa Wangi dan Kebonharjo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban mengeluhkan sering padamnya listrik yang dipasok dari PLN Rayon Rembang. Warga di dua desa tersebut ingin beralih pasokan setrum, agar aktivitas rumah tangga mereka tidak terganggu.

Kholid, seorang warga Desa Kebonharjo mengungkapkan, aliran listrik di desanya terbilang sering padam tanpa ada alasan yang jelas. Terakhir, pada Senin (11/11) kemarin aliran listrik padam hingga dua kali dalam jangka waktu cukup lama.

Menurutnya, semenjak ada jaringan listrik, desanya mendapatkan pasokan listrik dari PLN Rembang. Ketika itu, pasokan listrik hanya ada dari PLN Rembang, sedangkan dari Tuban belum.

Namun seiring berjalannya waktu, pasokan listrik dari PLN Rayon Rembang kerap padam. Tidak hanya ketika cuaca buruk. Saat cuaca normal pun, mati lampu sering kali terjadi. Kondisi tersebut berbeda dengan Tuban.

Desa lain di Jatirogo yang listriknya dipasok dari Tuban, nyaris tidak pernah padam. Warga berharap alih jaringan. Sebab jika dirata-rata, listrik padam hingga setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Makruf, warga Desa Wangi menambahkan, padamnya listrik mengganggu aktivitas warga. Usaha mikro, kecil, menengah, dan besar yang membutuhkan setrum terpaksa macet, jika listrik mati.

Di Desa Wangi dan Kebonharjo, ratusan keluarga mengandalkan pasokan listrik dari PLN Rembang. Menurutnya, listrik mati sering terjadi bahkan bisa sampai seharian, tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas.

Warga menjadi geram dan merasa tidak mendapat kualitas pelayanan optimal. Sebagaimana Kholid, warga di desanya pun berharap bisa pindah jaringan listrik ke Tuban.

Pihak PLN Rembang belum bisa dikonfirmasi terkait dengan sering padamnya aliran listrik di wilayah timur Kabupaten Rembang. Namun, PLN Rembang pernah membeber, pasokan listrik di jaringan Rembang 6 yang mencakup wilayah Sale hampir kelebihan beban. Dari slot 400 Ampere, kini sudah terpakai 380 Ampere. (Ilyas al-Mustofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan